Presiden Prabowo Disebut bakal Berikan Taklimat terkait Keamanan dan Pertahanan

Menko Polkam Dudung Abdurachman ditemui sebelum taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026) ANTARA/Azhfar Muhammad

Presiden Prabowo Disebut bakal Berikan Taklimat terkait Keamanan dan Pertahanan

Siti Yona Hukmana • 7 October 2026 11:17

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 Perwira Tinggi (Pati) TNI-Polri dalam di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mengatakan Kepala Negara akan memberikan taklimat terkait keamanan dan pertahanan.

"Ya, beliau sering menyampaikan tentang penyegaran-penyegaran dalam rangka mendukung program pemerintah, kaitannya masalah keamanan, masalah pertahanan, itu saja," kata Dudung menjawab pertanyaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dudung menyampaikan yang berkumpul hari ini tidak hanya perwira TNI dan Polisi yang aktif, tapi juga para purnawirawan termasuk mantan para Kepala Staf Angkatan Darat, Udara dan Laut serta Kepala Kepolisian RI.

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 pejabat tinggi TNI dan Polri di Lapangan Tengah, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah tiba di Istana.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Metro TV/Kautsar Widta Prabowo.

Informasi yang diperoleh menyebutkan agenda pertemuan tersebut akan diisi dengan taklimat atau pengarahan dari Presiden Prabowo kepada jajaran TNI dan Polri.

Pemanggilan pejabat tinggi TNI-Polri ini berlangsung dua hari setelah Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan TNI harus terus menjadi tentara rakyat dan mampu menghadapi berbagai ancaman di tengah kondisi dunia yang dinilai penuh gejolak dan ketidakpastian.

(Siti Yona Hukmana)