Fatima Ezzahra El Mansouri ditunjuk sebagai perdana menteri perempuan pertama di Maroko. (Yeni Safak)
Raja Maroko Tunjuk Fatima El Mansouri sebagai PM Perempuan Pertama
Willy Haryono • 30 September 2026 06:05
Rabat: Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama di negara tersebut pada Selasa, 29 September 2026.
Penunjukan El Mansouri diumumkan melalui pernyataan kerajaan setelah pertemuannya dengan Mohammed VI di Istana Kerajaan di Rabat. Ia ditunjuk dari Partai Authenticity and Modernity (PAM), yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan parlemen pada 23 September. PAM meraih 97 dari 395 kursi di Majelis Perwakilan.
El Mansouri menyebut penunjukan tersebut sebagai “momen bersejarah” bagi Maroko.
“Ini adalah pertama kalinya seorang perempuan ditunjuk untuk memimpin pemerintahan, yang menjadi sumber kebanggaan bagi saya dan seluruh perempuan di negara ini,” kata El Mansouri, dikutip dari Yeni Safak.
Politikus tersebut sebelumnya menjadi wali kota perempuan pertama Marrakech pada 2009, dua tahun setelah PAM didirikan pada 2008.
Tantangan Membentuk Pemerintahan
PAM memperoleh 97 kursi dari total 395 kursi di Majelis Perwakilan. Jumlah tersebut masih jauh dari 198 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan dengan mayoritas sendiri.
Partai National Rally of Independents (RNI) berada di posisi berikutnya dengan 66 kursi, disusul Partai Istiqlal dengan 65 kursi dan Partai Justice and Development dengan 54 kursi.
Berdasarkan kerangka konstitusi Maroko, raja menunjuk perdana menteri dari partai yang memperoleh kursi terbanyak. Para menteri kemudian ditunjuk berdasarkan usulan perdana menteri setelah dilakukan konsultasi untuk memperoleh dukungan mayoritas parlemen.
El Mansouri mengatakan akan segera memulai negosiasi dengan partai-partai politik lain untuk membentuk pemerintahan.
“Kami sepenuhnya menyadari pentingnya tahap ini dan tingginya harapan masyarakat, khususnya kaum muda,” kata El Mansouri.
“Kami akan menyusun program yang menawarkan solusi realistis dan konkret,” lanjutnya.
Baca juga: Raja Maroko Mohammed VI Dukung Arab Saudi usai Serangan Houthi