Kemenkes Kirim Tim Investigasi Usut Kasus Kawat Tertinggal di Jantung Pasien Samarinda

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Kemenkes Kirim Tim Investigasi Usut Kasus Kawat Tertinggal di Jantung Pasien Samarinda

Metro TV • 30 September 2026 14:18

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons kasus kawat pemandu (guidewire) yang tertinggal di jantung pasien asal Samarinda, Kalimantan Timur. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menyebut pihaknya telah mengirim tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut. 

“Mengenai kasus yang ada ketinggalan kawatnya di Samarinda. Kita sudah mengirim tim investigasi dari Kepengurusan Kementerian Kesehatan untuk melihat dan mengidentifikasi kasus tersebut secara proporsional,” kata Dante dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.

Dante menekankan akan menginvestigasi secara terstruktur untuk menemukan potensi kelalaian prosedur medis yang mungkin terjadi. Apabila benar ditemukan kelalaian dalam prosesnya, Kemenkes memastikan akan mengambil tindakan tegas lewat Majelis Profesi Disiplin. 

“Kalau memang ini kelalaian, tentu akan kita tindak. Siapa nanti yang akan menindak? Majelis Profesi Disiplin atau MPD yang sudah dibentuk. Jadi memang ada urutannya dari mulai identifikasi sampai tindakan, itu akan dilakukan secara proporsional,” ujar Dante.

Ilustrasi jantung. Foto: Mayo Clinic.

Pasien Ediyanto Wong menemukan kawat pemandu berukuran 2 cm di jantungnya. Keadaan ini muncul setelah Ediyanto menjalani tindakan pemasangan ring oleh dokter berinisial MF di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kalimantan Timur. 

Setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, Ediyanto disarankan dirujuk ke rumah sakit di Singapura atau Malaysia untuk operasi bypass atau CABG. Sebab, ditemukan dua sumbatan di pembuluh darah jantungnya. Menjelang tindakan medis di rumah sakit di Singapura, Ediyanto baru mengetahui ada kawat sepanjang 2 cm itu di jantungnya.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)