Lapas Cianjur Tekankan Pembinaan sebagai Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Upacara bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur. Dokumentasi/ istimewa.

Lapas Cianjur Tekankan Pembinaan sebagai Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Deny Irwanto • 29 September 2026 12:45

Cianjur: Kedisiplinan menjadi salah satu bagian yang ditekankan dalam proses pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur. Nilai tersebut kembali diingatkan melalui upacara bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Upacara dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan secara konsisten.

“Kedisiplinan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan aturan selama menjalani masa pidana, tetapi juga merupakan bekal penting bagi WBP dalam membentuk sikap dan kebiasaan positif untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” kata Prayogo di Cianjur, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Prayogo, proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan. Setiap kegiatan yang dijalani warga binaan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses membangun tanggung jawab dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

Upacara tersebut menjadi salah satu ruang untuk mengingatkan warga binaan mengenai pentingnya menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh. Kedisiplinan dan konsistensi dalam mengikuti program diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan yang positif.

"Setiap proses yang dijalani di dalam Lapas merupakan bagian dari perjalanan untuk memperbaiki diri, membangun karakter, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang," jelasnya.


Upacara bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur. Dokumentasi/ istimewa.

Pembinaan untuk Persiapan Kembali ke Masyarakat


Pembinaan warga binaan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan aturan selama berada di dalam lapas. Aspek kesadaran, tanggung jawab, dan kemauan untuk berubah juga menjadi bagian yang perlu dibangun selama menjalani proses pembinaan.

Melalui berbagai kegiatan pembinaan, warga binaan diharapkan dapat memiliki sikap dan kebiasaan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan masa pembinaan sebagai proses untuk mempersiapkan kehidupan setelah masa pidana selesai.

Lapas Kelas IIB Cianjur terus mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, kedisiplinan diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan kebiasaan dan pembentukan karakter warga binaan.


(Deny Irwanto)