Medan Fashion and Culture Festival 2026 mengangkat inovasi ulos menjadi busana modern untuk memperluas pasar dan mengembangkan industri kreatif lokal. (Dok. Metro TV)
Medan Fashion and Culture Festival Dorong Ulos Masuk Industri Fashion Modern
Duta Erlangga • 15 October 2026 10:40
Jakarta: Kain ulos yang selama ini identik dengan tradisi dan upacara adat terus dikembangkan menjadi bagian dari industri fashion modern. Melalui Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026, para desainer menghadirkan beragam kreasi berbahan ulos, mulai dari busana hingga aksesori, untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan warisan budaya Sumatra Utara.
Mengusung tema Ulos in Innovation, festival ini berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di Main Atrium Sun Plaza Medan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperingati Hari Ulos sekaligus mendorong pengembangan kain tradisional melalui industri kreatif.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari talk show, peragaan busana, kompetisi desainer nasional dan lokal, hingga penampilan artis.

Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas. (Dok. Metro TV)
Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas mengatakan festival tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali ulos melalui berbagai kreasi fashion.
“Hari ini acara MFCF ada di Sun Plaza. memilih tema Ulos in Innovation. Kenapa? karena kebetulan bertepatan dengan Hari Ulos. Jadi dalam rangka memperingati Hari Ulos, kita ingin memperingati dengan cara mengenakan, mempromosikan kembali dengan adanya fashion show, dengan adanya salah satunya di belakang saya ada Dekranasda Galeri Kota Medan di mana kita menampilkan berbagai macam ulos dan ada wastra-wastra yang menggunakan ulos-ulos dalam tampilan look-look desainnya. Dan tidak hanya itu, juga ada pengrajin tas yang juga mengenakan ulos untuk dibikin menjadi desain tas yang sangat cantik sekali,” katanya dikutip dari Metro Siang, Kamis, 15 Oktober 2026.
Inovasi ulos dinilai menjadi langkah penting agar kain tradisional tersebut tidak hanya bertahan sebagai simbol adat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang lebih luas.
Baca Juga :
Buka Pekan Budaya Medan 2026, Rico Waas Main Gendang Melayu Deli dan Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur

Desainer Torang Sitorus. (Dok. Metro TV)
Desainer Torang Sitorus menilai ulos memiliki potensi untuk menembus pasar fashion internasional. Pengembangan ulos menjadi produk fashion juga dapat menggerakkan rantai ekonomi yang melibatkan perajin, desainer, butik, hingga pedagang kain.
“Mau enggak mau kita memang sedikit menabrak ulos sebagai kain adat ya. saat dia masuk ke industri fashion ulos ini sudah berubah fungsinya menjadi komoditi fashion yang berkembang, bisa menghidupi, ada pengrajin, ada desainer, ada butik, ada pedagang ulos. Jadi semua merayakan keberhasilan ulos menjadi kain yang sangat populer di tahun-tahun terakhir,” katanya.
Pemanfaatan ulos dalam industri fashion juga terlihat dari penggunaannya dalam berbagai model busana, mulai dari pakaian sehari-hari dan kerja hingga busana pesta.

Salah satu pengunjung May Aritonang. (Dok. Metro TV)
Salah satu pengunjung May Aritonang menilai perkembangan desain ulos membuat kain tradisional tersebut semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.
“Jadi untuk saat sekarang ulos ini tidak untuk adat aja ya, bukan untuk suatu kebiasaan di pesta adat suatu daerah, tetapi sekarang ulos ini menjadi fashion untuk pakaian hari-hari, fashion untuk resepsi pesta dan keseharian-keseharian gitu loh. Kita warga Sumatra Utara dan khususnya Batak. Saya dari kecil sudah memakai ulos sampai sekarang juga dari tas juga ada dari pakaian, pakaian pesta, pakaian hari-hari, pakaian kerja, pakaian meeting, semua itu ada motif ulosnya,” ujarnya.
Melalui inovasi desain dan kolaborasi antardesainer, Medan Fashion and Culture Festival 2026 diharapkan dapat memperluas penerimaan ulos di pasar fashion sekaligus membuka peluang ekonomi bagi industri kreatif dan perajin lokal. Ulos pun tidak hanya menjadi warisan budaya yang dijaga, tetapi juga karya yang terus berkembang dan berpeluang dikenal di pasar global.