Prancis Tawarkan Bantuan Defensif untuk Lindungi Infrastruktur Energi Arab Saudi

Pemerintah Presiden Prancis Emmanuel Macron siap berikan bantuan pertahanan untuk Arab Saudi. Foto: Anadolu

Prancis Tawarkan Bantuan Defensif untuk Lindungi Infrastruktur Energi Arab Saudi

Muhammad Reyhansyah • 9 October 2026 12:37

Paris: Prancis menyatakan kesediaannya membantu melindungi infrastruktur energi Arab Saudi dengan pendekatan yang “sepenuhnya defensif”, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis menegaskan dukungan negaranya kepada Riyadh menyusul serangkaian serangan yang menyasar wilayah Arab Saudi.

“Kami menyampaikan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan-serangan ini,” kata juru bicara tersebut, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia mengatakan Prancis bersedia berpartisipasi dalam upaya melindungi infrastruktur energi, terutama fasilitas di Yanbu dan jalur pipa minyak East-West di Arab Saudi.

“Kami bersedia berpartisipasi, dengan cara yang sepenuhnya defensif, dalam perlindungan infrastruktur energi, khususnya fasilitas Yanbu dan jalur pipa East-West di Arab Saudi,” ujarnya, dikutip dari TRT World.

Pernyataan tersebut muncul setelah kelompok Pemberontak Houthi di Yaman pada Senin memperingatkan maskapai penerbangan bahwa wilayah udara Arab Saudi dapat menjadi “arena operasi militer”.

Arab Saudi melaporkan tiga orang tewas dalam serangan yang menyasar sejumlah bandar udara pada Rabu, termasuk satu bandara di ibu kota Riyadh.

“Kami telah mengutuk dengan sangat tegas seluruh serangan Houthi ini, yang harus dihentikan, khususnya serangan terbaru yang Anda sebutkan kemarin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.

Mengenai Selat Hormuz, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan masyarakat internasional memiliki kepentingan bersama untuk memulihkan lalu lintas maritim dan menegakkan hukum internasional.

“Kami, masyarakat internasional, memiliki kepentingan bersama untuk menegakkan hukum internasional secara ketat demi memulihkan arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz,” kata juru bicara tersebut.

Prancis juga berpartisipasi dalam operasi keamanan maritim Aspides yang dijalankan Uni Eropa di kawasan tersebut. Namun, juru bicara itu tidak mengungkapkan aset militer Prancis yang terlibat.

Ia mengatakan Prancis telah mendukung misi tersebut sejak diluncurkan pada Februari 2024. Paris akan terus mendukung pelaksanaan operasi itu, termasuk kemungkinan penyesuaian sesuai perkembangan kondisi keamanan regional.

(Fajar Nugraha)