Mardiono Dinilai Menjaga PPP dari Kehancuran

Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono. Foto: Istimewa.

Mardiono Dinilai Menjaga PPP dari Kehancuran

Anggi Tondi Martaon • 31 July 2025 11:30

Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal masuk parlemen pusat pada Pemilu 2024. Kegagalan tersebut dinilai bukan kesalahan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PPP Muhamad Mardiono.

"Menyalahkan Pak Mardiono secara tunggal adalah bentuk ketidakadilan naratif. Padahal, beliau adalah figur yang justru menjaga PPP dari kehancuran yang lebih besar," kata kader PPP Rahmat Hidayat melalui keterangan tertulis, Kamis, 31 Juli 2025.

Pemerhati hukum partai politik itu menyampaikan, Mardiono menerima estafet kepemimpinan bukan dalam situasi normal. Utusan Khusus Presiden (UKP) itu menerima kepemimpinan saat partai menghadapi ketidakstabilan struktural dan kepercayaan publik yang mulai menurun. 

"Tidak banyak yang bersedia mengambil risiko memimpin partai di saat badai. Tapi beliau hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan langkah konkret," ungkap Rahmat.

Langkah konkret yang diambil di antaranya tidak mencalonkan diri dalam pemilu. Mardiono memilih membenahi organisasi, menyatukan fraksi-fraksi internal, dan mengeluarkan dana pribadinya untuk memastikan saksi dan logistik partai tetap berjalan di lapangan. 

"Ini adalah bentuk pengabdian yang jarang terlihat dalam politik praktis hari ini," sebut Rahmat.
 

Baca juga: 

Mardiono Ajak Semua Elemen Partai Solid Jelang Muktamar X PPP


Namun, upaya yang dilakukan belum mampu membawa PPP ke parlemen. Menurut dia, kegagalan tersebut bukan karena Mardiono, tetapi karena banyak variabel.

"Pemilu adalah hasil dari banyak variabel: kekuatan caleg di daerah, efektivitas kampanye, dinamika Pilpres, hingga perubahan perilaku pemilih," ujar Rahmat.

Dia menyampaikan PPP membutuhkan pemulihan, bukan perpecahan baru. Menurut dia, regenerasi boleh berjalan, tapi tidak dengan cara mendelegitimasi pihak yang sudah bekerja keras. 

Dia menilai Muktamar ke depan semestinya menjadi ruang evaluasi strategis, bukan sekadar penggulingan simbolik. Jika ingin kembali ke panggung nasional, PPP membutuhkan figur yang memahami medan, menghargai organisasi, dan memiliki legitimasi moral. 

"Pak Mardiono adalah salah satunya," kata Rahmat.

Dia menegaskan Mardiono bukan beban partai. Namun, dinilai sebagai fondasi penting bagi kebangkitan PPP.

"Beliau tidak gagal. Justru dengan ketenangan, pengorbanan, dan ketulusan, beliau telah membuktikan dirinya layak untuk melanjutkan kepemimpinan," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Anggi Tondi)
ppp