Petugas memeriksa warga cegah penyebaran malaria di Belinyu, Jumat, 15 Mei 2026. ANTARA/Kasmono
Pemkab Bangka Dirikan Posko Pencegahan Malaria di Dua Dusun Ini
Silvana Febiari • 15 May 2026 15:34
Bangka: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendirikan posko pencegahan malaria di Dusun Bubus dan Batu Atap, Kecamatan Belinyu. Posko didirikan untuk menekan penyebaran penyakit malaria di dua wilayah tersebut.
"Kami mendirikan dua titik posko, masing-masing di kawasan Bubus dan di simpang Dusun Batu Atap," kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, dilansir dari Antara, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia mengatakan setiap posko akan dijaga oleh sejumlah personel Satpol PP yang bertugas memeriksa warga yang masuk maupun keluar dari kedua dusun tersebut.
Baca Juga :
Malaria Jadi Tantangan Kesehatan di Indonesia
"Warga luar Dusun Bubus dan Batu Atap yang masuk terlebih dahulu menjalani pemeriksaan, dan jika dianggap tidak terlalu penting supaya menunda masuk ke dua dusun tersebut," jelasnya.
Keputusan mendirikan posko pencegahan malaria dilakukan, setelah Bupati Bangka Fery Insani menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Dusun Bubus dan Dusun Batu Atap.
"Dengan pembatasan warga yang keluar masuk Dusun Bubus dan Batu Atap, diharapkan kasus malaria dapat segera dikendalikan oleh petugas kesehatan," ungkapnya.
Posko pencegahan penyebaran malaria, kata dia, dirikan mulai Jumat ini sampai tiga minggu ke depan. Selama pembatasan warga yang keluar masuk, petugas kesehatan akan memantau dan mengevaluasi perkembangan kasus.
"Jika di lapangan diketahui ancaman malaria masih tinggi, barangkali pembatasan warga akan diperpanjang, begitu pula sebaliknya," ujarnya.
.jpg)
Ilustrasi nyamuk penyebab malaria. Foto: Istimewa
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, tercatat 34 kasus malaria ditemukan di Dusun Bubus dan Dusun Batu Atap. Warga yang dinyatakan positif malaria langsung mendapat perawatan intensif oleh tim medis di rumah sakit umum daerah.
"Warga di Dusun Bubus dan Batu Atap sebagian besar merupakan warga pendatang luar Kabupaten Bangka yang bekerja di pertambangan bijih timah tradisional," ucap Ahmad.