Bendera Venezuela. (Anadolu Agency)
Venezuela Deportasi Sekutu Dekat Eks Presiden Nicolas Maduro ke AS
Dimas Chairullah • 17 May 2026 14:30
Caracas: Pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez mengonfirmasi deportasi Alex Saab Morán, sekutu dekat mantan Presiden Nicolas Maduro, ke Amerika Serikat (AS).
Melalui pernyataan resmi yang dirilis otoritas migrasi Venezuela, Saime, deportasi dilakukan pada Sabtu, 16 Mei 2026, dengan alasan Saab terlibat dalam berbagai tindak kriminal di AS.
“Langkah deportasi diambil dengan mempertimbangkan bahwa warga negara Kolombia tersebut terlibat dalam berbagai kejahatan di Amerika Serikat,” demikian pernyataan Saime, seperti dikutip Havana Times, Minggu, 17 Mei 2026.
Alex Saab merupakan pengusaha kelahiran Barranquilla, Kolombia, yang dikenal sebagai salah satu operator keuangan utama pemerintahan Maduro.
Namanya mulai menjadi sorotan internasional setelah ditangkap di Cabo Verde pada 2020 atas permintaan AS terkait dugaan pencucian uang dan korupsi. Ia kemudian diekstradisi ke AS pada 2021 untuk menghadapi dakwaan terkait program bantuan pangan Venezuela, CLAP.
Saab dibebaskan pada 2023 setelah memperoleh pengampunan dari Presiden AS saat itu, Joe Biden, dalam skema pertukaran tahanan dengan Venezuela.
Sekembalinya ke Caracas, Saab sempat menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan Maduro, termasuk Menteri Perindustrian dan Produksi Nasional.
Namun situasi politik Venezuela berubah drastis setelah Nicolas Maduro ditangkap pasukan khusus AS pada Januari 2026, yang kemudian diikuti pengangkatan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Rodriguez selanjutnya mencopot Saab dari seluruh jabatan pemerintah pada Januari lalu sebelum akhirnya mendeportasikannya kembali ke AS.
Menurut sejumlah laporan media internasional, Saab diperkirakan dapat menjadi sumber informasi penting bagi penyelidikan AS terhadap Maduro dan lingkaran dekat pemerintahan sebelumnya.
Baca juga: Trump Klaim AS Raup Keuntungan Besar dari Minyak Venezuela usai Tumbangnya Maduro