Gedung Putih Sebut Negosiasi dengan Iran Kemungkikan akan Kembali Diadakan di Islamabad

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. Foto: Anadolu

Gedung Putih Sebut Negosiasi dengan Iran Kemungkikan akan Kembali Diadakan di Islamabad

Fajar Nugraha • 16 April 2026 06:29

Washington: Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa putaran negosiasi selanjutnya dengan Iran mengenai gencatan senjata diperkirakan akan diadakan di Islamabad, Pakistan.

“Perundingan kemungkinan besar akan berada di tempat yang sama seperti sebelumnya,” kata Leavitt, merujuk pada ibu kota Pakistan, seperti dikutip dari Yeni Safak, Kamis 16 April 2026.

Leavitt memuji peran Pakistan sebagai mediator gencatan senjata yang gagal menghasilkan kesepakatan pada Minggu lalul.

“Pakistan telah menjadi mediator yang luar biasa sepanjang proses ini, dan kami sangat menghargai persahabatan dan upaya mereka untuk menyelesaikan kesepakatan ini. Mereka adalah satu-satunya mediator dalam negosiasi ini,” ujar Leavitt.

“Meskipun ada banyak negara yang ingin menawarkan bantuan mereka, presiden merasa penting untuk terus menyederhanakan komunikasi ini melalui Pakistan,” ungkap Leavitt.

Leavitt membantah laporan media yang mengklaim AS secara resmi meminta perpanjangan gencatan senjata, menyebutnya tidak akurat. “Saat ini, kami tetap sangat terlibat dalam negosiasi ini,” tambahnya.

Blokade Diterapkan Sepenuhnya

AS ??dan Iran mengadakan pembicaraan langsung di Pakistan akhir pekan lalu yang berakhir tanpa kesepakatan, menyusul gencatan senjata dua minggu yang diumumkan awal bulan ini. Trump kemudian mengumumkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, yang mulai berlaku Senin pukul 14.00 waktu setempat.

Leavitt memberikan konfirmasi bahwa blokade telah diterapkan "sepenuhnya" terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran, sementara pasukan AS mendukung kebebasan navigasi untuk kapal-kapal yang transit ke pelabuhan non-Iran. Pengiriman melalui selat tersebut tetap sangat terganggu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)