Puing pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros. MI
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan
Media Indonesia • 21 January 2026 15:39
Makassar: Setelah berjuang melintasi medan terjal dan berbahaya, tim khusus gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT), Rabu, 21 Januari 2026.
Perangkat perekam data penerbangan itu ditemukan dalam kondisi masih menempel pada dudukannya di dalam potongan ekor pesawat. Pencapaian ini didapat setelah tim melakukan pendakian dan penembusan selama dua hari di medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung.
“Alhamdulillah, pada pukul 11.00 Wita tim khusus berhasil menemukan black box,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Pangkep dikutip Media Indonesia, Rabu, 21 Januari 2026.
Dody mengungkapkan, meski lokasi ekor pesawat telah teridentifikasi secara visual beberapa hari sebelumnya, tim tak bisa langsung menjangkaunya akibat kontur medan yang sangat terjal dan berisiko tinggi. Kondisi ini memaksa komando lapangan mengubah strategi operasi.
“Setelah evaluasi, metode kita ubah. Personel membawa bekal logistik masing-masing dan didukung dapur lapangan, sehingga tim bisa bertahan dan beroperasi di lokasi hingga hari ketiga,” jelas Dody.
Tim yang terdiri dari personel Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Bosowa akhirnya berhasil mencapai lokasi. Black box yang ditemukan pada kedalaman sekitar 150 meter dari puncak lokasi kejadian kemudian berhasil dilepas. Evakuasi menuju Posko Tompobulu diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, dengan memanfaatkan cuaca yang relatif mendukung.
“Secara visual dari rekaman lapangan, bentuknya utuh. Namun, penetapan dan pemeriksaan lebih lanjut menjadi kewenangan penuh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” tegas Dody.

Operasi gabungan SAR dalam proses pencarian dan penyelamatan pada kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Makassar
Perangkat ini diharapkan dapat merekam data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) dan percakapan kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR). Data tersebut akan menjadi kunci utama dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum pesawat jatuh.
Tim SAR akan berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait untuk langkah penanganan dan pengamanan lebih lanjut sesuai prosedur standar investigasi. Kendati demikian, pihak Basarnas sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan ini.