WEF Davos, Presiden Tegaskan Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.

WEF Davos, Presiden Tegaskan Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

Kautsar Widya Prabowo • 22 January 2026 22:34

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan perekonomian Indonesia tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian global. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat mengawali pidatonya dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

“Ketika dunia menghadapi pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia terus tumbuh. Perekonomian Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir,” ujar Prabowo.

RI 1 bahkan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih tinggi. Ia juga menyoroti sejumlah indikator makroekonomi yang dinilai tetap terjaga.

“Saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kami akan lebih tinggi. Inflasi kami tetap berada di sekitar 2 persen. Defisit anggaran pemerintah kami kini dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto,” kata Prabowo.

Presiden kedelapan Indonesia itu menegaskan, pengakuan lembaga internasional terhadap kinerja ekonomi Indonesia bukan didasarkan pada optimisme tanpa dasar. Melainkan pada bukti nyata dan kebijakan yang konsisten.

“Lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa perekonomian Indonesia tangguh,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto akan membawakan pidato di WEF 2026 Davos. Foto: Dok Setkab.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia ditopang oleh kebijakan yang baik. Serta komitmen kuat terhadap perdamaian dan stabilitas nasional.

“Perdamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Itu terjadi karena kami selalu memilih persatuan dibandingkan perpecahan, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi,” ujar Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)