Warga Cilegon Keluhkan Bau Menyengat dan Mata Perih usai Ledakan Pabrik Kimia

Suasana di sekitar PT Merak Chemicals Indonesia, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). ANTARA-Desi Purnama Sari.

Warga Cilegon Keluhkan Bau Menyengat dan Mata Perih usai Ledakan Pabrik Kimia

Whisnu Mardiansyah • 25 May 2026 21:17

Cilegon: Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perindustrian Kota Cilegon, Provinsi Banten, mengeluhkan munculnya aroma tajam yang menyebabkan perih pada mata. Keluhan ini menyusul insiden dugaan ledakan yang terjadi di pabrik PT Merak Chemicals Indonesia pada Senin, 25 Mei 2026.

Seperti dilansir Sntara, Sawiri, seorang warga Kampung Sumur Wuluh, Kota Cilegon, menuturkan ia sempat mendengar suara gemuruh yang mirip dengan tiupan angin kencang. Suara tersebut berlangsung sekitar tiga menit. Ia yang awalnya berada di rumah kemudian bergegas menuju lokasi kejadian, tetapi terpaksa menghentikan langkahnya di kawasan perbatasan jalan tol.

"Saya berhenti dulu karena baunya tidak tertahankan. Selain aroma yang menyengat, ada rasa perih di mata. Makanya saya tidak berani mendekat sampai ke sana," tutur Sawiri.

Di tengah situasi yang mencekam, Sawiri mengaku sempat bertemu dengan sekitar delapan orang karyawan pabrik yang sedang dievakuasi keluar dari area perusahaan. Ia kemudian berinisiatif meminta masker kepada para pekerja tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan gas yang dapat membahayakan warga.

Lebih jauh, Sawiri menjelaskan berdasarkan arah angin yang saat kejadian bertiup menuju ke Timur, bau menyengat tersebut diperkirakan paling kuat akan terasa oleh masyarakat yang bermukim di kawasan Gerem Atas.
 


Menanggapi keluhan warga mengenai dampak lingkungan tersebut, Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia, Dimas Saputra, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kepanikan serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat peristiwa ini.

Dimas mengklaim bahwa kepulan asap putih yang sempat membumbung tinggi dari kawasan pabrik merupakan uap air murni yang berasal dari perangkat steam turbine, dan bukan merupakan produk bahan kimia berbahaya. Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari sumber bau menyengat yang dikeluhkan oleh warga sekitar.


Suasana di PT Merak Chemicals Indonesia, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari.

Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya pencegahan, perusahaan mengaku telah mendistribusikan masker melalui pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di lingkungan setempat.

"Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kami juga telah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada warga yang mengalami keluhan kesehatan, kami akan berkoordinasi untuk merujuk mereka ke Rumah Sakit Krakatau Medika," tegas Dimas.

(Whisnu M)