BPBD Sumsel Catat 90 Bencana hingga Mei 2026, Banjir Terbanyak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 7.176 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. ANTARA/HO-Pemkab OKI

BPBD Sumsel Catat 90 Bencana hingga Mei 2026, Banjir Terbanyak

29 May 2026 16:44

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat sebanyak 90 kejadian bencana terjadi  sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Mei 2026. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, bencana yang paling banyak terjadi selama musim hujan tahun ini adalah banjir dan angin kencang.

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak yakni 16 kejadian. Kemudian disusul OKU Selatan sebanyak 12 kejadian, Muara Enim sembilan kejadian, Prabumulih delapan kejadian, dan OKI tujuh kejadian.

“Selama periode 1 Januari-25 Mei 2026, BPBD Sumsel mencatat 90 kejadian bencana yang didominasi 32 kejadian banjir dan 30 kejadian angin kencang,” kata Sudirman, di Palembang, Jumat, 29 Mei 2026, melansir Antara

Selain banjir dan angin kencang, BPBD juga mencatat 14 kejadian tanah longsor. Kemudian, sebanyak delapan kebakaran permukiman, empat banjir bandang, dan dua kejadian angin puting beliung.

Dampak banjir mengakibatkan 43.770 unit rumah terendam. Dari jumlah tersebut, 108 rumah mengalami rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan.

“Banjir yang terjadi juga berdampak pada 15 jembatan mengalami kerusakan," jelas dia.

Selain kerusakan rumah dan infrastruktur, bencana yang terjadi selama lima bulan pertama tahun 2026 ini turut berdampak pada 66 fasilitas pendidikan, 39 rumah ibadah, 21 fasilitas kesehatan, dan 26 bangunan lainnya.

Personel BPBD Muara Enim mengevakuasi korban banjir menggunakan perahu viber, Selasa. ANTARA/HO/BPBD Muara Enim

Lahan pertanian dan perkebunan juga terdampak banjir, dengan total 4.810 hektare sawah dan 1.395 hektare kebun terendam.

Sudirman menyebut total warga terdampak bencana mencapai 43.708 kepala keluarga (KK), dengan 607 KK di antaranya terpaksa mengungsi.

“Bencana itu juga mengakibatkan tiga jiwa luka-luka dan empat jiwa meninggal dunia,” ujar dia.