31 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Aceh Timur Sepanjang Januari-Juni 2026

Ilustrasi - korban dugaan pemerkosaan. (Dokumentasi Antaranews)

31 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Aceh Timur Sepanjang Januari-Juni 2026

Silvana Febiari • 16 July 2026 08:01

Banda Aceh: Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian di Aceh Timur. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengungkapkan terdapat 31 kasus tercatat sepanjang Januari hingga Juni 2026.

"Kasus kekerasan terhadap anak ini menjadi perhatian serius bagi kami. Selama enam bulan pertama tahun ini tercatat kasus kekerasan terhadap anak dengan berbagai bentuk tindak kekerasan," kata Iskandar, dilansir dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026. 

Menurut dia, angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Banyak kasus, terutama pelecehan seksual, tidak terungkap karena pelaku berasal dari orang terdekat korban sehingga anak memilih untuk diam.


Upaya pencegahan segera dilakukan untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak. Pemerintah juga mencari solusi untuk melindungi dan mendampingi para korban.

"Ini memprihatinkan, banyak pelaku merupakan orang terdekat dengan korban, sehingga anak-anak tidak berani melapor. Fenomena ini ibarat gunung es, yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara masih banyak kemungkinan kasus yang belum terungkap," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur meningkatkan edukasi dan sosialisasi dengan melibatkan aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, cerdik pandai, serta berbagai elemen masyarakat.

"Upaya ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama untuk melindungi anak sejak dari lingkungan keluarga dan masyarakat," ungkap Iskandar.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan rumah aman sebagai tempat perlindungan sementara bagi anak-anak korban kekerasan. Fasilitas tersebut akan dilengkapi layanan pendampingan psikologis dan sosial untuk membantu proses pemulihan korban.

"Kami fokus menyediakan rumah aman bagi anak-anak korban kekerasan serta memberikan pendampingan sehingga bisa keluar dari situasi yang tidak aman dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik," paparnya.


Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memaparkan jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Aceh Timur, Rabu, 15 Juli 2026. ANTARA/HO-Humas Pemkab Aceh Timur


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Timur Lismawani Iskandar mendukung langkah pemerintah daerah setempat dalam menekan angka kekerasan terhadap anak.

"Kami akan bergerak melalui jaringan PKK hingga ke tingkat gampong guna mencari solusi terbaik agar anak-anak Kabupaten Aceh Timur terlindungi dari segala bentuk kekerasan," ucapnya.

Lismawani berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TP PKK, tokoh masyarakat, dan keluarga, mampu menekan angka kekerasan anak.

"Kami juga bertekad mewujudkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh perlindungan. Dengan harapan, angka kekerasan anak di Kabupaten Aceh Timur bisa nihil," ujar Lismawani.

(Silvana Febiari)