Daftar 33 Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 17-23 September

Ilustrasi freepik

Daftar 33 Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 17-23 September

Putri Purnama Sari • 16 September 2026 15:29

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah wilayah Indonesia pada 17-23 September 2026. Potensi tersebut mencakup wilayah daratan, perairan, hingga sejumlah kawasan laut dan samudra.

Berdasarkan informasi Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) BMKG, terdapat dua kategori yang diprediksi muncul pada periode tersebut, yakni Frequent (FRQ) dan Occasional (OCNL).

Laut Natuna Utara Berpotensi Frequent

Awan Cumulonimbus dengan cakupan spasial lebih dari 75 persen atau kategori Frequent (FRQ) diprediksi terjadi di Laut Natuna Utara. Kategori FRQ menunjukkan adanya potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan area lebih dari 75 persen.

Wilayah Berpotensi Occasional

Selain Laut Natuna Utara, BMKG juga memprediksi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan spasial 50-75 persen atau kategori Occasional (OCNL) di sejumlah wilayah.

Wilayah tersebut meliputi:

  1. Aceh
  2. Banten
  3. Bengkulu
  4. Jambi
  5. Jawa Barat
  6. Kalimantan Barat
  7. Kalimantan Tengah
  8. Kalimantan Timur
  9. Kalimantan Utara
  10. Lampung
  11. Laut Jawa bagian barat
  12. Laut Natuna Utara
  13. Laut Sulawesi bagian barat
  14. Papua
  15. Papua Barat
  16. Papua Barat Daya
  17. Papua Pegunungan
  18. Papua Selatan
  19. Papua Tengah
  20. Riau
  21. Samudra Hindia barat Aceh
  22. Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
  23. Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  24. Samudra Pasifik utara Maluku
  25. Samudra Pasifik utara Papua
  26. Selat Karimata bagian utara
  27. Selat Malaka bagian tengah
  28. Selat Malaka bagian utara
  29. Sulawesi Barat
  30. Sulawesi Tengah
  31. Sumatera Barat
  32. Sumatera Selatan
  33. Sumatera Utara.

Tiga Kategori Potensi Awan Cb

BMKG menjelaskan, informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan menggunakan model cuaca numerik.

Produk tersebut memberikan informasi mengenai sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di Indonesia untuk periode tujuh hari ke depan.

Dalam informasi tersebut terdapat tiga kategori berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum, yaitu:

  • Isolated CB (ISOL CB), yaitu awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.
  • Occasional CB (OCNL CB), yaitu awan Cumulonimbus dengan cakupan area sekitar 50-75 persen.
  • Frequent CB (FRQ CB), yaitu awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)