Ilustrasi gelombang laut. Foto: Pexels
Kenali Tanda Tsunami dan Cara Penyelamatan Diri
Muhamad Marup • 18 September 2026 18:38
Jakarta: Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang memiliki daya rusak yang besar. Pengetahuan mengenai tsunami harus diketahui, terutama bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
Melansir BPBD Jogja, tsunami adalah perpindahan badan air akibat perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Berbeda dengan gelombang laut biasa, tsunami memiliki panjang gelombang antarpuncak lebih dari 100 km di laut lepas dan selisih waktu antarpuncak gelombang berkisar antara 10 menit hingga 1 jam.
Saat mencapai pantai yang dangkal, teluk atau muara sungai gelombang ini menurun kecepatannya, namun tinggi gelombangnya meningkat puluhan meter dan bersifat merusak. Sebagai informasi, berikut tanda dan cara penyelamatan diri ketika terjadi tsunami.
Melansir BPBD Jogja, tsunami adalah perpindahan badan air akibat perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Berbeda dengan gelombang laut biasa, tsunami memiliki panjang gelombang antarpuncak lebih dari 100 km di laut lepas dan selisih waktu antarpuncak gelombang berkisar antara 10 menit hingga 1 jam.
Saat mencapai pantai yang dangkal, teluk atau muara sungai gelombang ini menurun kecepatannya, namun tinggi gelombangnya meningkat puluhan meter dan bersifat merusak. Sebagai informasi, berikut tanda dan cara penyelamatan diri ketika terjadi tsunami.
Penyebab dan Tanda Tsunami
Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi (yang berada di lautan), longsoran, atau hantaman meteor di laut. Dari beberapa penyebab tersebut, gempa bumi yang terjadi di dasar laut lah yang paling sering menjadi penyebab terjadinya gelombang tsunami.
Gempa-gempa yang dapat menimbulkan tsunami adalah:
Gempa-gempa yang dapat menimbulkan tsunami adalah:
- Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
- Kedalaman pusat gempa kurang dari 30 km.
- Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0SR.
- Jenis pergerakan gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.
Terdapat tanda-tanda yang bisa dimaknai sebagai proses terjadinya bencana tsunami, yaitu:
- Diawali dengan adanya gempa bumi.
- Terdengar suara-suara gemuruh.
- Penurunan air laut.
- Waspada pada gelombang pertama
Selain tanda-tanda di atas, alam juga dapat memberi tanda sebelum terjadi bencana. Seperti gerakan angin yang tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang ekstrem dan perilaku hewan yang berubah.
Sebagai contoh dari perilaku hewan yang berubah yaitu beberapa kelelawar yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi sangat aktif di siang hari, setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.
Sebagai contoh dari perilaku hewan yang berubah yaitu beberapa kelelawar yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi sangat aktif di siang hari, setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.
Buoy Tsunami, dok: boaterexam.com
Jika tanda-tanda di atas terjadi langkah penting persiapan yaitu- Mengetahui pusat informasi bencana, seperti BPBD, BMKG, PVMBG dan instansi lainnya.
- Kenali area rumah, sekolah, tempat kerja atau tempat lain yang beresiko dan mengetahui wilayah dataran tinggi dan dataran rendah yang beresiko terkena tsunami.
- Jika anda sedang melakukan perjalanan ke wilayah pesisir pantai, kenali hotel, motel dan pusat pengungsian yang ada. Sangat penting mengetahui rute evakuasi yang telah dibuat ketika peringatan dikeluarkan.
- Siapkan persediaan pengungsian dalam suatu tempat yang mudah di bawa (tas siaga bencana) dan tempatkan di area yang mudah terjangkau.
Penyelamatan Diri Saat Terjadi Tsunami
Berikut merupakan cara untuk terhindar dari dampak tsunami:
- Jika anda berada di sekitar pantai dan terasa guncangan gempa bumi dan disusul air laut surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi). Anda juga bisa mengikuti rute evakuasi yang sudah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
- Jika anda sedang berada di perahu atau kapal di tengah laut, kemudian anda mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan arahkan perahu atau kapal mendekat ke pesisir pantai.
- Jika gelombang pertama yang datang telah surut, jangan segera turun ke tempat yang rendah, karena gelombang tsunami bisa jadi tidak datang sekali, bisa jadi gelombang yang datang kemudian justru lebih tinggi dan berbahaya.
- Jika tsunami terjadi pada saat anda sedang menyetir kendaraan, segera keluar dan cari tempat yang tinggi dan aman.
- Segera mengungsi setelah ada pemberitahuan dari pihak yang berwenang atas penyebaran informasi tentang tsunami. Penting untuk tidak mempercayai berita dengan sumber yang tidak jelas kebenarannya.
- Utamakan keselamatan terlebih dahulu, tinggalkan barang yang tidak perlu dan menghambat anda dalam melakukan evakuasi diri. Selanjutnya anda bisa memastikan tidak ada anggota keluarga yang tertinggal pada saat pergi ke tempat evakuasi, jika bisa ajaklah tetangga atau kerabat anda untuk menyelamatkan diri bersama.
Selain penyelamatan diri ketika terjadi tsunami, berikut cara penyelamatan setelah terjadi bencana tsunami:
- Pastikan anda telah memperoleh informasi bahwa ancaman tsunami sudah berakhir dari BMKG, informasi dapat melalui TV Nasional, radio daerah ataupun pengumuman di sekitar anda.
- Jauhi area yang tergenang, karena kemungkinan terdapat kubangan atau adanya kontaminasi dari zat-zat yang berbahaya.
- Jauhi area terdampak yang rusak (banyak puing-puing) kemungkinan adanya benda-benda tajam dapat melukai anda.
- Jauhi jaringan instalasi listrik dan pipa gas.
- Hati-hati saat memasuki gedung, karena ancaman kerusakan yang tidak terlihat, seperti pada fondasi bangunan.
- Jika anda terluka, dapatkan perawatan di pos kesehatan terdekat.
- Periksalah ketersediaan makanan dengan hati-hati, makanan yang telah terkontaminasi air genangan tsunami bisa jadi sudah tercemar dan tidak layak konsumsi.
- Berikan bantuan P3K pada korban luka ringan dan panggil bantuan, mintalah pertolongan evakuasi jika terdapat korban dengan luka serius.
- Jika rumah anda dinyatakan masih layak huni, bersihkan rumah dari sampah yang terbawa gelombang tsunami dan menjernihkan sumber air bersih.
- Segera membangun tenda pengungsian apabila keadaan rumah sudah tidak memungkinkan untuk di huni atau kembali lah ke tempat pengungsian.