Iran Mulai Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran. Foto: Press TV

Iran Mulai Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

Fajar Nugraha • 3 July 2026 16:06

Teheran: Iran memulai rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat, 3 Juli 2026.

Jenazah bersama para pendampingnya dipindahkan ke Grand Mosalla Teheran dan disemayamkan di aula utama sebelum prosesi penghormatan publik yang berlangsung selama dua hari.

Sejumlah ulama dan tokoh budaya dari Indonesia serta Afghanistan menjadi tamu asing pertama yang memberikan penghormatan. Perwakilan komunitas agama resmi di Iran juga menghadiri upacara tersebut untuk mengenang Pemimpin Tertinggi yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada hari pertama perang selama 40 hari yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan delegasi dari hampir 100 negara akan menghadiri upacara tersebut.

"Kami menerima delegasi tingkat tinggi dari negara-negara tetangga. Sedikitnya delapan kepala pemerintahan, termasuk presiden atau perdana menteri, serta ketua parlemen dari 12 negara akan hadir," ujarnya, dikutip dari media Press TV, Jumat, 3 Juli 2026.

Baghaei menambahkan banyak negara lain akan diwakili oleh menteri luar negeri, menteri terkait, maupun utusan khusus. Ia juga menyebut tokoh masyarakat, organisasi sipil, dan anggota parlemen dari berbagai negara, termasuk kawasan Eropa Timur, turut dijadwalkan menghadiri prosesi tersebut, sementara negara-negara Eropa yang secara resmi mendukung serangan militer terhadap Iran tidak diundang.

Prosesi penghormatan publik digelar setelah upacara tertutup pada Kamis malam, 2 Juli 2026, yang dihadiri keluarga korban perang terbaru dan kerabat staf kantor Pemimpin Tertinggi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menghadiri pemakaman sebagai bentuk persatuan nasional.

Dalam pesannya di platform X, Pezeshkian menulis, "Saya mengundang seluruh rakyat, tanpa memandang etnis, agama, maupun pandangan politik, untuk berpartisipasi dengan penuh semangat, bermartabat, dan dalam jumlah besar sebagai wujud persatuan nasional."

Pemerintah Iran memperkirakan prosesi pemakaman akan dihadiri sekitar 15–20 juta pelayat. Rangkaian upacara akan berlanjut hingga Minggu dengan jenazah disemayamkan di Grand Mosalla, dilanjutkan iring-iringan pemakaman di Teheran pada Senin, kemudian prosesi di Kota Qom, Baghdad, Karbala, dan Najaf sebelum dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional Kazem Gharibabadi menyatakan peringatan jatuhnya Pesawat Iran Air Penerbangan 655 pada 3 Juli 1988 dan penghormatan kepada Pemimpin Tertinggi sama-sama mencerminkan permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran.

Ia menegaskan tragedi yang menewaskan 290 penumpang, termasuk 66 anak-anak, masih dikenang karena Amerika Serikat tidak pernah menyampaikan permintaan maaf resmi atas insiden tersebut.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)