Pendeteksi Tsunami Berteknologi HF Radar Dipasang di Pesisir Pariaman Sumbar

Kepala BMKG RI Prof. Teuku Faisal Fathani (tiga kiri), Gubernur Sumbar Mahyeldi (dua kiri), Wali Kota Pariaman Yota Balad (kiri) sedang diwawancarai wartawan usai persemian HF Radar Array di Pariaman, Jumat. ANTARA/Fitra Yogi

Pendeteksi Tsunami Berteknologi HF Radar Dipasang di Pesisir Pariaman Sumbar

Whisnu Mardiansyah • 3 July 2026 22:21

Padang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem mitigasi tsunami di pesisir Barat Sumatra dengan meresmikan High Frequency Radar Array di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Alat ini memiliki jangkauan pemantauan hingga 150 kilometer.

Kepala BMKG RI, Teuku Faisal Fathani, mengatakan HF Radar dipasang di dua lokasi di Sumatera Barat dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi laut, termasuk arus permukaan dan dinamika perairan.

"HF Radar ini memiliki jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi (di Sumbar)," kata Teuku Faisal Fathani saat peresmian HF Radar di Pariaman, seperti dilansir Antara, Jumat, 3 Juli 2026.

BMKG saat ini baru mengoperasikan empat sistem HF Radar Array dari total 10 unit yang direncanakan di seluruh Indonesia. Khusus di Sumatra Barat, alat pemantau ini terpasang di dua lokasi yang saling melengkapi, yaitu di Masjid Al-Hakim Kota Padang dan Taman Anas Malik Kota Pariaman.

Dengan beroperasinya teknologi baru ini, Sumatra Barat kini memiliki tiga kolaborasi teknologi radar utama BMKG. Ketiga radar tersebut yaitu Radar Cuaca C-Band di Bandara Minangkabau untuk penerbangan dan modifikasi cuaca, Radar Maritim X-Band di Teluk Bayur untuk area pelabuhan, serta HF Radar terbaru untuk pengawasan laut lepas.

 



BMKG memiliki 191 stasiun di seluruh Indonesia yang lima di antaranya berada di Sumatra Barat, yaitu Stasiun Geofisika Padang Panjang, Stasiun Klimatologi Sicincin, Stasiun Meteorologi Penerbangan Bandara Internasional Minangkabau, Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, dan Stasiun Pemantau Atmosfer Global di Padang.

Selain menyediakan informasi cuaca, iklim, dan kebencanaan, BMKG juga mendukung sektor pertanian dan perikanan tangkap. Lembaga tersebut juga menyelenggarakan sekolah lapang iklim, sekolah lapang cuaca, serta sekolah lapang gempa bumi dan tsunami agar informasi yang dihasilkan dapat dipahami dan dimanfaatkan masyarakat.


Illustrated by Freepik


Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan keberadaan HF Radar menjadi tonggak penting dalam penguatan mitigasi bencana dan keselamatan maritim di pesisir barat Sumatra. Radar frekuensi tinggi tersebut akan menjadi sarana pemantauan kondisi laut secara langsung, mulai dari mendeteksi gelombang tinggi hingga mendukung keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir.

"Kita patut bersyukur dan berbangga, peresmian fasilitas vital ini bertepatan dengan momen bersejarah Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman," katanya.

Ia menambahkan kehadiran HF Radar menunjukkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun infrastruktur teknologi untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah pesisir.

(Whisnu M)