Tingkat Keberhasilan Registrasi SIM Biometrik Capai 83 Persen

Ilustrasi sim card seluler. Foto: Freepik.

Tingkat Keberhasilan Registrasi SIM Biometrik Capai 83 Persen

Anggi Tondi Martaon • 8 July 2026 03:11

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan tingkat keberhasilan verifikasi biometrik wajah dalam proses registrasi kartu SIM baru telah mencapai 83 persen. Kebijakan tersebut sudah berjalan sejak 1 Juli 2026.

Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Dany Suwardany mengatakan capaian tersebut menunjukkan mayoritas pelanggan dapat menyelesaikan proses registrasi menggunakan teknologi biometrik tanpa kendala. "Kalau kita melihat dari tingkat success rate-nya (tingkat kesuksesan) biometrik, itu mencapai 83 persen," kata Dany dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Sementara itu, tingkat kegagalan verifikasi tercatat sebesar 17 persen. Menurut Dany, sebagian besar kegagalan terjadi karena masih ada orang yang mencoba mendaftarkan nomor seluler baru menggunakan foto swafoto yang bukan milik pemilik identitas sebenarnya.

Hal tersebut membuat pendaftar langsung ditolak oleh sistem milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Menurut dia, kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa sistem biometrik mampu mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan identitas dalam proses registrasi nomor seluler.

"Nah, berarti kan ini sudah terlihat. Berarti nanti kemungkinan akan traceability-nya (ketelusuran) itu, ketika misalnya ada orang-orang yang berniat melakukan kejahatan itu sudah bisa dibuka, siapa sebenarnya identitasnya dia," ungkap Dany.

Dany juga memaparkan jumlah pelanggan yang melakukan registrasi dengan verifikasi biometrik terus bertambah. Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian pada tiga operator seluler tercatat mencapai 201.421 pengguna.

Ilustrasi biometrik. Foto: Freepik.

Sejak masa transisi dimulai pada Januari hingga 5 Juli 2026, sekitar 4,9 juta pelanggan telah melakukan registrasi kartu SIM prabayar menggunakan verifikasi biometrik wajah.

"Kalau kita lihat tren implementasi kebijakan biometrik ini, registrasi biometrik terus meningkat. Sampai 5 Juli sudah ada sekitar 4,9 juta pelanggan yang melakukan registrasi biometrik," tutur Dany.

(Anggi Tondi)