Ilustrasi. Foto: dok ERP Indonesia.
Memperkuat Digitalisasi Kawasan Berikat Lewat Implementasi BZone
Ade Hapsari Lestarini • 8 July 2026 13:09
Jakarta: PT Eka Reka Palakerti (ERP) Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan PT Mattel Indonesia melalui implementasi BZone, platform Bonded Zone IT Inventory yang dirancang untuk memperkuat digitalisasi kawasan berikat.
Implementasi sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses logistik dan pengelolaan inventori, sekaligus memperkuat akurasi data serta kepatuhan terhadap regulasi kawasan berikat dan kepabeanan.
Melalui BZone, Mattel Indonesia dapat mengelola operasional kawasan berikat, logistik, dan inventori dalam satu platform terintegrasi. Sistem ini mendukung otomatisasi pelaporan kepabeanan, pemantauan inventori secara real time, serta telah terhubung dengan CEISA 4.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
BZone dikembangkan untuk mendukung perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat (Kaber), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Platform ini mengintegrasikan pengelolaan inventori, proses manufaktur, logistik, hingga pelaporan kepabeanan dalam satu sistem.
Integrasi industri manufaktur
Chief Executive Officer PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Anang Ind Pratama, mengatakan kebutuhan industri manufaktur saat ini tidak hanya sebatas digitalisasi proses, tetapi juga integrasi antara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.
"Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh. BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi proses dan integrasi dengan sistem pemerintah sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kepatuhan," ujar Anang, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Anang, perubahan sistem pengawasan kepabeanan yang semakin terdigitalisasi menuntut perusahaan membangun sistem yang mampu mengintegrasikan proses operasional dengan pelaporan kepabeanan secara real time.

"Bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor, kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis. Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan perusahaan manufaktur global," kata dia.
Chief Commercial Officer PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, mengatakan implementasi BZone di Mattel Indonesia menjadi tonggak penting dalam perluasan portofolio ERP Indonesia di sektor manufaktur berorientasi ekspor.
Menurut dia, pengalaman lebih dari delapan tahun mengembangkan solusi digital di sektor manufaktur menjadi modal untuk menghadirkan sistem yang fleksibel, adaptif terhadap perubahan regulasi, serta didukung layanan purna jual yang berkelanjutan.
Implementasi di Mattel Indonesia juga memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena besarnya volume transaksi dan kebutuhan integrasi logistik serta ekspor-impor. Oleh sebab itu, pengembangan BZone dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu operasional perusahaan sekaligus memastikan setiap transaksi terdokumentasi secara akurat.
Transformasi digital dorong daya saing manufaktur
ERP Indonesia menilai transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi industri manufaktur berorientasi ekspor. Meningkatnya kompleksitas rantai pasok global dan digitalisasi pengawasan kepabeanan membuat perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mencatat arus barang secara akurat sekaligus mendukung pelaporan yang transparan.
Mengacu pada laporan Worldwide Digital Transformation Spending Guide dari International Data Corporation (IDC), belanja global untuk transformasi digital diproyeksikan mencapai US$3,9 triliun pada 2027.
Sementara itu, East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026 mencatat skor daya saing digital Indonesia meningkat dari 38,8 pada 2025 menjadi 42,2 pada 2026. Tren tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap solusi digital yang mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat tata kelola perusahaan terus bertumbuh.
Ke depan, ERP Indonesia akan terus mengembangkan BZone untuk membantu perusahaan manufaktur mengintegrasikan proses operasional, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mempercepat transformasi digital industri berorientasi ekspor.