Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara
Pramono Anung Sebut TransJabodetabek Blok M–Soetta Gunakan Halte
Farhan Zhuhri • 5 February 2026 19:18
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta tidak akan menggunakan konsep bus stop. Pihaknya memilih membangun halte permanen sebagai standar layanan transportasi publik seperti halte-halte milik TransJakarta.
Pasalnya, rute-rute TransJabodetabek sebelumnya seperti rute ke Bogor, Tangerang dan Bekasi masih belum tersedianya halte yang proper bagi penumpang.
“Yang kedua, perlu diperbaiki dan dibangun halte-halte baru. Terutama halte yang sebenarnya di luar wilayah Jakarta. Problemnya kan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.
Kondisi tersebut membuat kenyamanan dan keteraturan layanan belum optimal.
Khusus untuk rute menuju Bandara Soekarno-Hatta, Pramono menilai pembangunan halte tidak bisa ditawar. Menurut dia, trayek tersebut akan menjadi etalase Jakarta bagi pengguna transportasi publik, termasuk warga negara asing.
“Yang untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Istimewa
Menanggapi usulan agar layanan diawali dengan bus stop demi percepatan, Pramono menekankan kualitas dan citra layanan tetap harus dijaga.
“Ya enggak lah. Ini kan orang, warga negara asing juga akan menggunakan ini. Maka wajahnya juga harus wajah yang bagus,” tandas Pramono.