6 Jenis Ular Paling Berbisa dan Mematikan di Dunia

Ilustrasi pexels

6 Jenis Ular Paling Berbisa dan Mematikan di Dunia

Putri Purnama Sari • 4 February 2026 20:12

Jakarta: Ular berbisa dikenal sebagai salah satu predator paling mematikan di alam. Racun yang dimilikinya mampu melumpuhkan mangsa dalam hitungan detik, bahkan berpotensi fatal bagi manusia jika tidak ditangani dengan cepat. 

Di berbagai belahan dunia, terdapat sejumlah spesies ular yang masuk kategori paling berbisa karena kekuatan racun dan tingkat serangannya.

Meski demikian, tidak semua ular berbahaya. Dari sekitar 3.900 spesies ular di dunia, hanya sekitar 725 jenis yang berbisa, dan dari jumlah tersebut, hanya sekitar 250 spesies yang mampu membunuh manusia dengan satu kali gigitan.

Ular tidak berbisa memang dapat menyebabkan kematian, namun kasusnya tergolong jarang. Sebaliknya, gigitan ular berbisa menjadi penyebab utama kematian dan cedera serius, seperti nekrosis jaringan yang kerap berujung pada amputasi.
 

6 Jenis Ular Paling Berbisa di Dunia

Berikut beberapa jenis ular paling berbisa dan mematikan di dunia:

1. Ular Mamba Hitam (Dendroaspis polylepis)

Ular yang banyak ditemukan di wilayah sub-Sahara Afrika ini merupakan salah satu spesies paling ditakuti. Berbeda dengan ular taipan pedalaman yang relatif lebih jinak, mamba hitam dikenal sangat agresif.

Nama mamba hitam berasal dari warna bagian dalam mulutnya yang berwarna hitam. Ular ini ditakuti karena ukurannya yang besar, kecepatan gerak yang tinggi, serta racun yang sangat kuat. 

Gejala gigitan dapat muncul dalam waktu 10 menit, berupa kesulitan berbicara dan spasme otot. Tanpa penanganan medis yang cepat, kematian dapat terjadi dalam waktu 30 menit.

2. Ular Russell (Daboia russelii)

Ular ini dikenal memiliki gigitan yang sangat menyakitkan dan bersifat agresif. Mengutip Discover Wildlife, ular Russell menyumbang sekitar 43 persen dari total kasus gigitan ular di India.

Kabar baiknya, saat ini telah tersedia antibisa yang efektif untuk mengobati gigitan ular Russell, sehingga tingkat kematian dapat ditekan jika ditangani dengan cepat.

3. Ular Bersisik Gergaji (Echis carinatus)

Ular bersisik gergaji sering disebut sebagai ular paling mematikan di dunia karena diyakini menyebabkan lebih banyak kematian manusia dibandingkan spesies ular lainnya. Sifatnya yang agresif membuat ular ini kerap menggigit lebih awal saat merasa terancam.
 
4. Ular Krait Bergaris (Bungarus fasciatus)

Ular ini mudah dikenali dari pola garis hitam dan kuning yang berselang-seling di tubuhnya. Krait bergaris aktif pada malam hari dan biasa ditemukan di kawasan lahan basah.

Dengan penglihatan malam yang baik, ular ini memangsa ular lain, hewan pengerat, dan mamalia kecil. Sebagai kerabat kobra, racunnya bersifat neurotoksik dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

5. Ular Raja Kobra (Ophiophagus hannah)


Ilustrasi pexels

Raja kobra merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Gigitannya mengandung neurotoksin dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Bahkan, racun ular ini disebut mampu membunuh seekor gajah dalam beberapa jam. Tingkat kematian akibat gigitan raja kobra pada manusia diperkirakan mencapai 50–60 persen.

6. Ular Taipan Pedalaman (Oxyuranus microlepidotus)

Ular yang hidup di wilayah kering Australia bagian timur ini memiliki racun paling mematikan di antara semua ular. Satu gigitan taipan pedalaman diperkirakan mengandung racun yang cukup untuk membunuh hingga 100 orang dewasa. Meski sangat berbisa, ular ini cenderung pemalu dan jarang menyerang manusia secara langsung.

Selain ular darat, ular laut di perairan tropis juga termasuk kelompok ular paling berbisa. Racunnya sangat kuat, namun kasus gigitan terhadap manusia relatif jarang karena ular laut tidak agresif dan jarang berinteraksi langsung dengan manusia.

Meski dikenal mematikan, ular berbisa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan mereka membantu mengontrol populasi mangsa dan menjaga rantai makanan tetap seimbang di alam liar.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)