Sigi Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak Gempa Sulteng

Rumah warga di Kabupaten Sigi rusak dampak dari gempa magnitudo 6'7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Sigi Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak Gempa Sulteng

Silvana Febiari • 17 June 2026 11:31

Sigi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan perkembangan terbaru dampak gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Pendataan wilayah terdampak dan korban masih terus dilakukan di sejumlah daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan peta sebaran wilayah terdampak menunjukkan Kabupaten Sigi sebagai daerah paling signifikan terdampak gempa.

“Fokus daerah yang terdampak cukup signifikan yaitu di Kabupaten Sigi, ada tujuh kecamatan dan 30 desa terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Rabu, 17 Juni 2026.
 


Selain Sigi, dampak gempa juga tercatat meluas ke empat kabupaten/kota lainnya, yakni Poso, Donggala, Parigi Moutong, dan Kota Palu. Secara keseluruhan, terdapat 10 kecamatan dan 33 desa terdampak akibat guncangan gempa tersebut.

BNPB masih melakukan rekapitulasi data korban di seluruh wilayah terdampak. Dari hasil pendataan sementara, tercatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi.

“Untuk korban terdampak ada sekitar 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa,” jelas Abdul.


Rumah warga di Desa Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah usai terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-BPBD Sigi


Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat adanya korban luka-luka. Terdapat 73 jiwa mengalami luka ringan dan tiga jiwa mengalami luka berat di berbagai wilayah terdampak.

Rinciannya, di Kabupaten Sigi terdapat 1.813 kepala keluarga terdampak, Parigi Moutong 21 kepala keluarga, Kota Palu 2 kasus luka ringan, serta Kabupaten Poso 1 kasus luka ringan.

BNPB menegaskan proses pendataan masih terus berlangsung seiring dengan upaya penanganan darurat di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan tim gabungan juga terus melakukan asesmen terhadap kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa.

(Silvana Febiari)