Trofi Piala Dunia. Foto FIFA
13 Federasi Kecam Komentar Presiden UEFA Sebut Format Baru Piala Dunia Tidak Menarik
Whisnu Mardiansyah • 15 June 2026 08:49
Jakarta: Tiga belas federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan berbagai wilayah lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam komentar Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, terkait format baru atau perluasan Piala Dunia.
Mereka menilai pernyataan Ceferin yang mengkritik format baru dan menyebut banyak laga kualifikasi tidak menarik telah merendahkan makna perjuangan negara-negara kecil.
"Bagi negara-negara kami, tidak ada satu pun pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke putaran final Piala Dunia adalah pencapaian bersejarah sekaligus wujud mimpi yang diwariskan turun-temurun," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut melalui akun X Federasi Sepak Bola Maroko, seperti dilansir Antara, Senin, 15 Juni 2026.
Pernyataan yang ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan itu muncul sebagai respons terhadap komentar Ceferin sebelumnya.
Mereka menilai anggapan bahwa sebagian laga kualifikasi kurang penting telah mengabaikan pengorbanan dan perjuangan para pemain, pelatih, klub, pengurus sepak bola, serta jutaan pendukung di seluruh dunia.
Menurut pernyataan itu, setiap perjalanan menuju Piala Dunia dibangun melalui investasi, perencanaan, dan kerja keras selama bertahun-tahun. Di balik setiap tim nasional, terdapat komunitas besar yang menjadikan sepak bola sebagai sumber kebanggaan, harapan, dan pemersatu masyarakat.
Koalisi federasi tersebut juga menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga global yang tidak boleh dikuasai oleh segelintir kelompok atau pengambil keputusan tertentu.
"Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena ia mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda," tulis mereka.

Ismail Saibari, cetak gol Indah Maroko ke gawang Brasil. Foto: The New York Times
Mereka menyatakan bahwa tampil di Piala Dunia sering kali memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar capaian olahraga. Bagi banyak negara, keberhasilan lolos ke putaran final telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, mempercepat perkembangan sepak bola nasional, dan menciptakan kenangan yang bertahan seumur hidup.
Di akhir pernyataan mereka, federasi-federasi tersebut meminta agar setiap negara yang lolos ke Piala Dunia mendapatkan penghormatan yang setimpal.
"Setiap negara yang lolos pantas dihormati. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti," tegas mereka.