Kerusakan rumah warga akibat gempabumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Sigi
Update Gempa Sulteng: 1 Warga Sigi Meninggal, Ratusan Jiwa Terdampak
Silvana Febiari • 16 June 2026 21:58
Sigi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru penanganan gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa, 16 Juni 2026. Hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut di Kabupaten Sigi.
"Selain adanya korban meninggal dunia, proses pendataan yang masih berlangsung juga menunjukkan peningkatan jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
"Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan," ungkap Abdul.
Di daerah tersebut, tercatat sekitar 89 KK atau 272 jiwa terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

Kerusakan rumah warga akibat gempabumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Sigi
Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Pendataan sementara mencatat 67 unit rumah terdampak, dengan rincian 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
"Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas," jelas Abdul.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak, yakni 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, terdapat enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit UMKM yang terdampak.
Sementara itu, Kabupaten Poso mencatat lima rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 rumah terdampak. Adapun di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha.
"Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan," ungkapnya.
.jpeg)
Kerusakan rumah warga akibat gempabumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Sigi
BNPB menyebut proses pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta instansi terkait juga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan.
Di Kabupaten Sigi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melaksanakan rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.
"Selain itu, pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mendukung percepatan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak," paparnya.
Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sementara masyarakat bersama aparat kepolisian melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa.
Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG.
BNPB akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan.