AS Tetap Kejar Kesepakatan Nuklir Iran Tanpa Pedulikan Sikap Israel

Amerika Serikat (AS) akan tetap melanjutkan upaya mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Foto: Anadolu

AS Tetap Kejar Kesepakatan Nuklir Iran Tanpa Pedulikan Sikap Israel

Muhammad Reyhansyah • 9 June 2026 19:10

Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan tetap melanjutkan upaya mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, terlepas dari apakah Israel mendukung atau menentang langkah tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, 9 Juni 2026, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Presiden Donald Trump meyakini saat ini terdapat peluang untuk mencapai penyelesaian jangka panjang mengenai isu nuklir Iran setelah berbagai perkembangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Israel mungkin menyukainya atau tidak menyukainya. Namun pada dasarnya kami percaya ini merupakan kepentingan terbaik bagi Amerika Serikat,” kata Vance, dikutip dari TRT World.

Menurut Vance, pemerintahan Trump akan terus mengejar perundingan tersebut karena dinilai sejalan dengan mandat yang diberikan rakyat Amerika Serikat kepada presidennya.

“Kami akan terus melanjutkannya karena itulah yang dipilih rakyat Amerika Serikat untuk dilakukan presiden mereka,” ujar Vance.

Pernyataan Vance menjadi indikasi terbaru adanya potensi perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv terkait penanganan konflik dengan Iran.

Sebelumnya, Trump dilaporkan meminta Israel untuk tidak membalas serangan rudal Iran pada Minggu. Namun, permintaan tersebut disebut tidak diindahkan oleh pemerintah Israel.

Ketegangan Kawasan Masih Berlanjut

Situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon, pada Minggu meski gencatan senjata masih berlaku di negara tersebut.

Serangan itu mendorong Iran meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel sebagai bentuk balasan. Israel kemudian membalas dengan beberapa gelombang serangan udara ke Iran, sementara Teheran kembali meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

Militer Iran pada Senin dini hari menyatakan menghentikan serangan terhadap Israel, tetapi memperingatkan akan memberikan respons “menghancurkan” jika Israel terus menyerang Lebanon.

Di sisi lain, media Israel yang mengutip sejumlah pejabat anonim melaporkan bahwa Tel Aviv telah menyetujui penghentian serangan udara terhadap Iran, namun tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan.

Kawasan Timur Tengah terus berada dalam ketegangan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan sejumlah negara kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.

Meski gencatan senjata sementara telah dicapai pada 8 April, perundingan untuk mengubahnya menjadi kesepakatan permanen masih menghadapi berbagai hambatan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi dan perkembangan situasi di kawasan.

(Fajar Nugraha)