Pemprov Sulteng Liburkan SMA/SMK Pascagempa

Puluhan pasien menunggu dipindahkan untuk menjalani perawatan sementara ke dalam tenda darurat di pelataran RSUD Undata, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (ANTARA/Muhammad Izfaldi)

Pemprov Sulteng Liburkan SMA/SMK Pascagempa

Whisnu Mardiansyah • 17 June 2026 12:23

Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengambil langkah antisipatif menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026. Seluruh kegiatan belajar tatap muka di jenjang SMA, SMK, dan SLB dihentikan sementara dan dialihkan menjadi belajar dari rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, menginstruksikan kebijakan ini sebagai upaya melindungi keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dari potensi risiko gempa susulan yang masih berlangsung.

"Kepada seluruh peserta didik SMA, SMK, dan SLB agar sementara waktu belajar secara daring dari rumah masing-masing, serta tetap waspada dan mengupdate informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi pascagempa," kata Firmanza DP di Palu, seperti dilansir Antara, Rabu, 17 Juni 2026.

Firmanza menjelaskan kondisi pascagempa dinilai masih rawan karena adanya potensi gempa susulan di wilayah tersebut. Kebijakan belajar dari rumah diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dan langkah preventif terhadap kemungkinan dampak buruk yang tidak diinginkan.

"Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami. Dengan memberlakukan belajar dari rumah, kami berharap dapat meminimalisasi risiko yang mungkin timbul akibat gempa susulan," ujar Firmanza.

Para guru yang telah merampungkan ujian semester diminta untuk tetap melakukan evaluasi pembelajaran. Selain itu, tenaga pendidik diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam secara daring kepada para siswa.
 


"Kami berharap para guru dapat memanfaatkan momen belajar dari rumah ini untuk mengajarkan langkah-langkah tanggap darurat bencana kepada siswa. Pengetahuan ini sangat penting mengingat wilayah kita berada di kawasan rawan gempa," tambah Firmanza.

Seluruh kepala sekolah diinstruksikan untuk terus menjalin koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran proses belajar dari rumah dan memantau kondisi fisik bangunan sekolah pascagempa.

Disdik Sulteng akan terus mengevaluasi kebijakan belajar dari rumah menyesuaikan dengan perkembangan situasi di daerah terdampak gempa. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong dan selalu merujuk pada sumber resmi.

Stasiun Geofisika BMKG Palu mencatat hingga Rabu, 17 Juni 2026, pukul 08.30 Wita, telah terjadi 466 kali gempa susulan pascagempa utama M 6,7 yang berpusat di wilayah Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.


Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sualwesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/tom.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. BMKG mencatat magnitudo terbesar gempa susulan mencapai M 5,2 dan yang terkecil M 1,3.

Meskipun aktivitas gempa susulan masih berlangsung, frekuensinya mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan pada jam-jam awal setelah gempa utama terjadi. BMKG pun terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus memantau situasi dan akan menyesuaikan kebijakan belajar dari rumah sesuai dengan rekomendasi dari BMKG dan instansi terkait lainnya. Seluruh kebijakan diambil demi keselamatan seluruh civitas akademika di lingkungan SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Tengah.

 

(Whisnu M)