Mulai Besok, ASN Pemkot Malang Wajib Pakai Jersey Piala Dunia Setiap Jumat

Ilustrasi toko jersey di Kota Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Mulai Besok, ASN Pemkot Malang Wajib Pakai Jersey Piala Dunia Setiap Jumat

Daviq Umar Al Faruq • 18 June 2026 17:46

Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerbitkan kebijakan unik, yakni mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) hingga staf pemerintahan memakai jersey Piala Dunia. Aturan berpakaian olahraga ini wajib dikenakan setiap Jumat selama turnamen sepak bola Piala Dunia berlangsung.

Kebijakan segar ini resmi diberlakukan mulai Jumat, 19 Juni 2026 hingga perhelatan Piala Dunia berakhir. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyemarakkan Piala Dunia di daerah.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, menjelaskan bahwa penggunaan jersey Piala Dunia di lingkungan Pemkot Malang bertujuan membangun atmosfer sepak bola yang lebih kuat di tengah masyarakat. Apalagi, Kota Malang dikenal memiliki basis pendukung sepak bola yang sangat fanatik dan memiliki kultur kuat.

“Jadi itu berawal dari Surat Edaran Mendagri untuk meramaikan suasana Piala Dunia. Kami juga mendukung karena official siaran Piala Dunia ini dimenangkan oleh TVRI yang merupakan bagian dari pemerintah juga,” kata Ali, Kamis 18 Juni 2026.

 Ilustrasi toko jersey di Kota Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Ali menegaskan, sepak bola merupakan olahraga dengan basis penggemar terbesar di Indonesia. Karena itu, Pemkot Malang menilai momentum piala dunia perlu dimanfaatkan untuk menciptakan semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut.

“Oleh sebab itu, untuk semakin memeriahkan, Pemkot Malang menindaklanjuti SE Mendagri dengan SE Wali Kota terkait dengan penggunaan jersey piala dunia setiap Jumat,” kata Ali.

Aturan berjersey ini dipastikan mengikat dan wajib dipatuhi tanpa terkecuali oleh seluruh pegawai di lingkungan balai kota. Kebijakan tersebut menyasar seluruh aparatur sipil negara, pegawai, hingga staf yang bekerja di lingkungan Pemkot Malang.

“Setiap hari Jumat sampai masa Piala Dunia selesai. Wajib semua ASN, pegawai, dan staf di lingkungan Pemkot Malang memakai jersey Piala Dunia,” tegas Ali.

Pemkot Gelar Nobar Piala Dunia

Selain aturan berbusana, Pemkot Malang juga berencana menggelar berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia. Kegiatan ini diharapkan tidak sekedar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Ali, pemerintah pusat memang mendorong daerah untuk memperbanyak kegiatan nobar selama berlangsungnya turnamen. Aktivitas kumpul massa seperti nobar dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

“Kedua, harapan pemerintah pusat itu kita perbanyak nobar-nobar untuk meningkatkan UMKM. Sehingga pemberdayaan ekonomi dan peningkatan ekonomi mampu kita naikkan lewat event Piala Dunia ini,” kata Ali. Sebelumnya, agenda nobar perdana telah sukses digelar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ke depan, Pemkot Malang masih menyusun konsep kegiatan yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama saat turnamen memasuki fase-fase krusial.

“Nobar pertama dilakukan dengan Forkopimda. Mungkin nanti untuk menarik atmosfernya setelah babak besar, masih diskemakan karena jamnya malam hingga dini hari. Itu yang masih kita siasati,” kata Ali.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menggelar nobar final Piala Dunia yang dipadukan dengan pelayanan publik. Mengingat pertandingan final berlangsung pada hari kerja, konsep tersebut dinilai dapat menjadi cara efektif untuk menghadirkan pelayanan sekaligus hiburan bagi masyarakat.

“Kalau dilihat finalnya hari Senin, nanti kita adakan nobar bersama dengan pelayanan masyarakat seperti Dispendukcapil, entah itu di alun-alun misalkan. Kita libatkan UKM dan masyarakat karena pada prinsipnya kegiatan ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Ali.

(Lukman Diah Sari)