LPCK dorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif. Foto: dok LPCK.
LPCK Dorong Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Kreatif via Generasi Muda
Ade Hapsari Lestarini • 19 June 2026 14:41
Cikarang: Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC) terus berupaya memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan masyarakat melalui pengembangan fasilitas serta ruang kolaboratif yang mendukung kreativitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Art District 2026 yang berlangsung pada 12-14 Juni 2026 di Marketing Gallery District 2 Meikarta.
Art District 2026 menghadirkan ruang eksploratif yang memadukan seni, edukasi, komunitas, dan interaksi publik. Acara ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan ide, mengeksplorasi kreativitas, dan merayakan keberagaman karya seni dalam suasana yang inklusif.
Mengusung konsep ruang yang dapat dimaknai secara luas, Art District 2026 tidak hanya menampilkan hunian sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang berekspresi, berkolaborasi, dan mengembangkan kreativitas. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat juga diajak memahami pentingnya lingkungan yang nyaman dan inspiratif dalam mendukung kualitas hidup.
Presiden Direktur Lippo Cikarang, Agus Arismunandar, mengatakan Art District 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan ruang yang mampu mendorong interaksi sosial, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat.
"Melalui Art District 2026, kami ingin menghadirkan ruang eksploratif yang dapat menjadi tempat bertemunya ide, kreativitas, dan kolaborasi. Kami percaya seni memiliki peran penting dalam membangun suasana kawasan yang lebih hidup, inklusif, dan inspiratif bagi masyarakat," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.
Acara tersebut menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah seniman, termasuk Aji Sambodo dan beberapa commission artist lainnya. Kehadiran para seniman diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi kreatif.
Selain melibatkan seniman profesional, Art District 2026 juga menggandeng berbagai institusi pendidikan di Cikarang. Karya-karya pelajar dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi, seperti Universitas Paramadina, Sekolah Tunas Bangsa, dan Don Bosco III turut ditampilkan dalam pameran.


Mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif di Cikarang
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda, penyelenggara menyediakan dedicated board untuk menampilkan karya anak-anak dan pelajar yang telah lolos proses kurasi. Karya-karya tersebut dipamerkan selama acara berlangsung sehingga dapat dinikmati oleh para pengunjung.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Art District 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni, creative and food and beverage market, workshop, hingga interactive experience. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memberikan ruang pembelajaran, kolaborasi, dan eksplorasi kreativitas bagi masyarakat.
Agus berharap keterlibatan seniman, komunitas, dan institusi pendidikan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif di Cikarang dan sekitarnya.
"Kami berharap Art District 2026 dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berani menampilkan karya, belajar dari para seniman, serta merasakan bahwa kreativitas dapat hadir di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.
Art District 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Melalui kegiatan ini, LCC berharap dapat terus menghadirkan ruang publik yang mempertemukan seni, komunitas, pendidikan, dan masyarakat dalam satu pengalaman yang bermakna.