Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Senin (9/3/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
DKI Perketat Pemilahan Sampah untuk Kurangi Pengiriman ke Bantargebang
Siti Yona Hukmana • 9 March 2026 13:36
Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta akan memperketat sistem pemilahan sampah. Langkah ini dilakukan agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2026..
Menurut dia, kebijakan pemilahan sampah ini sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup. Pemilahan sampah yang lebih baik akan mengurangi sampah berakhir di tempat pembuangan akhir.
Baca Juga :
1 Jenazah Diduga Sopir Truk Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan, Total 5 Meninggal
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara zona 4A di TPST Bantargebang. Tindakan ini setelah terjadi longsor gunung sampah yang menewaskan empat orang.
"Yang ditutup hanya di zona 4A. Tetapi di zona 3 tetap digunakan untuk menampung,” kata Pramono.
(3).jpg)
Tim SAR melakukan evakuasi korban tertimbun sampah di TPST Bantargebang yang longsor. (Metrotvnews.com/Antonio)
Pramono mengatakan penutupan dilakukan agar proses penanganan dan pemulihan di area longsor dapat berjalan aman. Sementara itu, operasional pengiriman sampah dari Jakarta tetap berjalan dengan pengalihan ke zona lain.
Pramono menyebut Pemerintah Jakarta menyiapkan dua lokasi pembuangan sementara untuk menampung sampah dari Jakarta. Adapun, dua zona tambahan tersebut disiapkan bersifat sementara sambil menunggu penataan kembali area longsor di zona 4A. Pemerintah berharap pemulihan bisa segera dilakukan agar operasional di zona tersebut dapat kembali normal.