Manfaatkan Limbah Talas, Emak-emak Jaktim Belajar Bikin Kue Sehat

Sebanyak 50 peserta dibekali keterampilan membuat kue kering berbahan dasar tepung lokal non-gluten di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.

Manfaatkan Limbah Talas, Emak-emak Jaktim Belajar Bikin Kue Sehat

Ihfa Firdausya • 13 March 2026 20:16

Jakarta: Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong para ibu rumah tangga untuk menangkap peluang bisnis menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui kolaborasi YIS dan Gebrakan Anak Negeri (GAN), sebanyak 50 peserta dibekali keterampilan membuat kue kering berbahan dasar tepung lokal non-gluten di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Cari cuan jelang lebaran, ibu-ibu buka usaha rumahan, memang sudah paling pas. Jadi kegiatan ini untuk membuka peluang usaha lewat produk makanan viral yang ramai waktu lebaran, seperti peanut butter cookies, green onion crackers, nastar, dan brownies chips gluten free," ungkap Sandiaga dikutip melalui Media Indonesia, Kamis, 12 Maret 2026.
 


Sandiaga menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya nyata pemberdayaan perempuan agar memiliki kemandirian ekonomi. Uniknya, bahan baku yang digunakan memanfaatkan limbah talas dan batang pisang yang diolah menjadi tepung sehat. 

Selain teknik memasak, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk strategi pemasaran produk secara praktis.

Ketua Umum Gebrakan Anak Negeri, Evie Sofia, mengapresiasi dukungan Sandiaga dalam membina para pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa inovasi bahan baku lokal ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para ibu untuk langsung terjun ke dunia usaha.

"Bapak Sandiaga Uno dan GAN memiliki komitmen yang sama untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan agar para ibu bisa mandiri. Terus semangat Ibu-ibu dalam melakukan kegiatan hari ini," ujar Evie.


Sebanyak 50 peserta dibekali keterampilan membuat kue kering berbahan dasar tepung lokal non-gluten di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.

Melalui sinergi ini, diharapkan stigma peran perempuan yang hanya terbatas di dalam rumah dapat terkikis dengan munculnya wirausaha baru yang melek teknologi dan mampu mengolah potensi pangan lokal secara berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)