Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR R
Pemerintah Didorong Tingkatkan Upaya Deteksi Kesehatan Mental Siswa
Achmad Zulfikar Fazli • 10 March 2026 15:49
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong pemerintah meningkatkan upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah untuk mengatasi ancaman gangguan kesehatan jiwa generasi penerus bangsa.
"Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah. Langkah itu direalisasikan dengan membekali para guru kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada peserta didik.
Menurut Lestari, pembekalan sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan guru melakukan mendeteksi kesehatan mental siswa. Dengan pendeteksian yang baik sejak dini, guru dapat menindaklanjuti setiap temuan agar penanganannya berjalan cepat.
Berdasarkan data survei Kementerian Kesehatan pada awal 2026, tercatat sekitar lima persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.
Lebih rinci lagi, 34,9 persen remaja usia 10-17 tahun berisiko mengalami masalah mental. Dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen yang mendapatkan penanganan profesional.

Ilustrasi anak cemas. Dok.Medcom.id
Baca Juga:
Lestari Moerdijat: Penundaan Akses Medsos pada Anak untuk Jaga Masa Depan |
Berdasarkan catatan tersebut, Lestari menekankan kemampuan deteksi dini kesehatan mental peserta didik juga harus dimiliki para orang tua dan guru. Menurut dia, guru yang kesehariannya berinteraksi dengan para siswa di sekolah merupakan garda terdepan dalam menjaring permasalahan kesehatan mental.
Namun, lanjut dia, peran para orang tua yang berinteraksi dengan anak di lingkungan keluarga juga penting untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa anak-anaknya.
Dia menilai upaya meningkatkan kemampuan guru dan orang tua dalam melakukan deteksi dini kesehatan mental siswa merupakan fondasi dari upaya mengatasi ancaman gangguan jiwa generasi penerus bangsa.
Dengan demikian, dia meyakini setiap gejala kesehatan mental yang ditunjukkan anak di sekolah maupun di rumah dapat dideteksi dan ditindaklanjuti dengan cepat.