Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melaunching jembatan Garuda, di Aceh Utara, Senin, 9 Maret 2026. Foto: Antara/HO-Korem Lilawangsa
Kasad: Jembatan Jadi Simbol Hadirnya Negara untuk Ekonomi Rakyat
Anggi Tondi Martaon • 10 March 2026 03:51
Jakarta: Sebanyak 218 jembatan berhasil dibangun di daerah terdampak bencana alam di Sumatra. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pembangunan tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam membantu perekonomian hingga kesejahteraan rakyat.
"Jembatan bukan hanya sarana fisik, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam membantu mobilitas, perekonomian dan kesejahteraan rakyat,” kata dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Pernyataan itu disampaikan Maruli saat melaunching 200 titik jembatan garuda yang terpusat di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda safari Ramadan Kasad sekaligus peninjauan infrastruktur percepatan pemulihan sekolah dan akses publik pascabencana terdampak di sejumlah wilayah Nusantara Indonesia, termasuk Sumatera.
Dalam kesempatan tersebut, Maruli bersama istri juga menyempatkan menyapa para siswa sekaligus menyerahkan tali asih serta berbagai perlengkapan sekolah berupa tas sekolah, alat tulis, serta perlengkapan belajar lainnya kepada para pelajar di sana sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap dunia pendidikan.
Selain itu, Maruli beserta rombongan ikut meninjau pelaksanaan pengobatan gratis yang diadakan Rumah Sakit Kesrem TNI AD TK-III Lhokseumawe, aksi sosial kesehatan antusias dimanfaatkan masyarakat sekitar berbagai keperluan kesehatan.
“Kami memprioritaskan jembatan, di daerah terdampak bencana itu ada sekitar 480 yang sudah kita survei, ternyata banyak juga perubahan dan kita harus upgrade jembatan dan sekolah. Termasuk kerjasama dengan Kemendikdasmen, sebanyak 400 lebih air bersih oleh Kemenhan di tiga Provinsi, termasuk Hutara dan Huntap," ungkap Maruli.
Menurut Maruli, jembatan yang telah di bangun oleh TNI AD sangat membantu masyarakat. Khususnya di daerah yang terdampak bencana.
“Sangat membantu ya, terdapat daerah yang terputus sekarang sudah terhubung. Bahkan Masyarakat banyak meminta untuk di bangun jembatan Aramco mobilitasnya bisa melintas kendaraan,” sebut Maruli.

Jembatan Bailey di Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Foto: Istimewa.
Ia menambahkan, TNI AD selalu bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah gotong royong bersama. Program ini, merupakan wujud nyata kontribusi TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur serta mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Eks Pangdam IX/Udayana itu juga menyebutkan, bahwa pihaknya melaksanakan semua kegiatan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jembatan bailey, Aramco, dan jembatan gantung.
“Intinya, kami TNI AD siap dan selalu hadir membantu masyarakat, termasuk saat ini percepatan pemulihan pasca bencana,” ujar Maruli.
Maruli menjelaskan, jembatan garuda merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Launching 200 unit Jembatan Garuda hari ini merupakan komitmen TNI AD untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," demikian Jenderal Maruli Simanjuntak.