Ilustrasi petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Pelibatan UMKM dan Relawan di Dapur MBG Terbukti Dongkrak Daya Beli Masyarakat
Achmad Zulfikar Fazli • 12 August 2026 15:27
Jakarta: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Pengelolaan yang patuh pada petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta Perpres Nomor 115 Tahun 2025 dinilai efektif meningkatkan daya beli masyarakat.
"Adanya penyerapan UMKM sebagai rantai pasok dan pelibatan tenaga kerja lokal sebagai relawan dapur terbukti mampu meningkatkan daya beli masyarakat setempat," kata Sekretaris Jenderal DPP ARUN, Bungas T. Fernando Duling, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Temuan ini merujuk pada hasil prariset dan program live in Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) di SPPG Mekar Baru, Tangerang, Banten. Dari hasil riset ini, terlihat jelas dampak nyata Pasal 33 UUD 1945 terhadap pertumbuhan ekonomi mikro.
Ketua Umum DPP ARUN, Bob Hasan, mengatakan riset ini merupakan peta jalan mewujudkan keadilan sosial berbasis nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. "ARUN secara penuh memberikan dukungan moril atas gerakan akademis yang berpihak pada rakyat ini," kata Bob Hasan.

DPP ARUN melakukan diskusi gabungan bersama Aliansi Mahasiswa Menjawab soal Pemaparan Hasil Prariset Live In di Dapur SPPG Mekar Baru Tangerang dan Diskusi Implementasi Pasal 33 UUD 1945. Dok. Istimewa
Sementara itu, Ketua Srikandi DPP ARUN, Linda Kartika Dewi, mendukung penuh riset AMM. Dia menekankan pentingnya sinkronisasi tiga data kunci, yaitu keterbukaan data capaian pertumbuhan gizi penerima manfaat program MBG, data real-time serapan rantai pasok dari UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal di SPPG, serta Data pertumbuhan daya beli masyarakat lokal hasil penyerapan tenaga kerja/relawan dapur.
"Bila ketiga data tersebut dapat tersinkronisasi dengan baik, maka akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan serta maksimalnya peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi di tingkat akar rumput," kata Linda.