Gempa Laut Mbay NTT, BMKG: Ancaman Tsunami Berstatus Siaga dan waspada

Permodelan tsunami usai gempa bermagnitudo 7,7 yang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Metro TV.

Gempa Laut Mbay NTT, BMKG: Ancaman Tsunami Berstatus Siaga dan waspada

Anggi Tondi Martaon • 15 August 2026 06:49

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami usai gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Potensi ancaman tsunami berstatus siaga dan waspada.

"Bedasarkan permodelan tsunami berstatus siaga 0,5 sampai tiga meter," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dikutip dari Breaking News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Wijayanto menjelaskan, status siaga berlaku untuk sejumlah daerah. Di antaranya Manggarai, NTT; dan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sedangkan status waspada berlaku untuk wilayah  Flores Timur, NTT; Kabupaten Bima, dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB); serta Kabupaten Wajo, Sulsel.

Wijayanto menghimbau warga yang berada di status siaga dan waspada segera mengevakuasi diri ke dataran tinggi. Mereka diminta menjauhi wilayah pesisir atau sungai.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada pukul 04.58 WIB, Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut.

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Medcom.id.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa dengan episenter berada di 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur. Gempa tercatat memiliki kedalaman 15 kilometer.

Menurut informasi yang dihimpun dari laman resmi, BMKG menyampaikan sejumlah wilayah berpotensi terdampak tsunami. 

"Berpotensi tsunami di wilayah NTB, NTT, Sulsel, Sultra," tulis laman resmi BMKG.

(Anggi Tondi)