Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan
BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan Pascagempa Flores Magnitudo 7,7
Achmad Zulfikar Fazli • 18 August 2026 23:41
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah gempa bumi susulan di kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa malam, 18 Agustus 2026, mencapai 2.403 kali pascagempa utama bermagnitudo 7,7. Berdasarkan data yang diekspose laman BMKG, getaran gempa bumi susulan tersebut terekam dengan variasi magnitudo paling kecil 1,3 hingga terbesar 6,2.
Dari total ribuan guncangan susulan tersebut, BMKG mencatat 24 kali gempa memiliki magnitudo di atas 5,0. Sementara itu, gempa susulan yang guncangannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat berjumlah 72 kejadian.
Aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi di zona tektonik Flores Back-Arc ini menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya. BMKG mengimbau warga terdampak untuk tidak menempati bangunan atau rumah yang mengalami retakan struktural serta dipastikan tidak aman guna menghindari risiko kerobohan akibat guncangan susulan.
(2).jpg)
Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. (ANTARA)
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpengaruh isu atau hoaks kebencanaan yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memperbarui perkembangan data tektonik resmi melalui aplikasi dan kanal komunikasi terverifikasi BMKG.
Berdasarkan data dari Pusat Data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sampai dengan Selasa malam, 18 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 70 orang, 230 orang luka berat, dan 308 orang luka ringan.
Para korban tersebut merupakan warga dari enam kabupaten, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka yang mengalami guncangan gempa terbesar mencapai intensitas maksimum VII - VIII MMI, pada 15 Agustus 2026.