Ratusan sopir angkutan kota menutup Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis, 12 Februari 2026
Tolak Trans Beken, Ratusan Sopir Angkot Blokir Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi
Antonio • 12 February 2026 13:35
Bekasi: Ratusan sopir angkutan kota menutup Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis, 12 Februari 2026. Aksi ini merupakan bentuk protes atas pengoperasian Trans Beken yang dinilai mengancam mata pencaharian mereka.
Sopir angkot bernama Subagus Asep Wahyudi menyampaikan, para pengemudi hanya meminta Pemerintah Kota Bekasi menghapus layanan bus tersebut.
"Ini aksi yang kedua, Pak. Tolong, saya minta Trans Beken itu dihapus saja, cuma itu doang. Ini berapa angkot? Berapa ratus angkot, berapa ratus keluarga yang terlantar. Enggak ada Trans Beken saja sudah enggak ada orang, Pak!" kata Asep, Kamis, 12 Februari 2026.
Asep meminta hal tersebut karena kehadiran Trans Beken dikhawatirkan membuat pendapatan sopir angkot di Kota Bekasi semakin menipis. Ia menegaskan, ribuan sopir memiliki keluarga yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.
"Ribuan angkot yang punya keluarga, yang punya anak istri. Enggak ada Trans Beken saja sudah susah usaha," ujar Asep.
Asep menyatakan, para sopir angkot saat ini sudah kesulitan mendapatkan penghasilan. Kehadiran Trans Beken dikhawatirkan memperparah kondisi tersebut.
"Harapan saya tolong hapus Trans Beken-lah, Pak. Untuk agar angkot-angkot ini cuma nyari uang Rp50.000, cepe paling gede. Ada dia (Trans Beken) tuh aduh, sudah enggak tahu deh," ujar Asep.
Aksi serupa sebelumnya terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026, bertepatan dengan peresmian Trans Beken di Stadion Patriot Candrabhaga. Saat itu, sedikitnya lima trayek angkot berhenti beroperasi, yakni trayek 25, 07, 11, 10, dan 30.
Para sopir mengeluhkan penurunan pendapatan hingga lebih dari 50 persen, bahkan disebut mencapai 70 persen sejak beroperasinya BisKita dan Trans Patriot. Sopir bernama Entus mengaku harus menunggak kontrakan tiga bulan dan minta maaf kepada istri karena belum bisa mengirim uang.

Ratusan sopir angkutan kota menutup Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis, 12 Februari 2026
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kehadiran Trans Beken justru menciptakan penumpang baru, terutama dari pengguna kendaraan pribadi dan ojek online. Ia menyebut perbenturan trayek hanya terjadi di beberapa titik, tidak dari awal hingga akhir.
Trans Beken dioperasikan dengan sembilan armada, delapan unit operasional dan satu cadangan, melayani 47 titik pemberhentian dengan jam operasional pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Untuk sementara, layanan ini masih gratis.
Organisasi Angkutan Darat Kota Bekasi meminta evaluasi kebijakan tarif gratis dan pembatasan trayek. Mereka tidak menolak modernisasi transportasi, tetapi menuntut persaingan yang setara.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, mengatakan pihaknya memberlakukan pengalihan arus.
"Sementara kemacetan masih bisa teratasi. Ada pengalihan arus dari BCP, jalan simpang BCP kita arahkan ke KH Noer Ali maupun putar balik ke Pakuwon. Kemudian yang dari arah Jalan Sultan Agung kita luruskan ke Jalan Ir Juanda. Demikian mungkin yang dapat saya sampaikan," ujarnya.