Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times
Trump Targetkan Kesepakatan Nuklir Iran Rampung Tahun Depan
Fajar Nugraha • 13 February 2026 11:03
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kesepakatan baru terkait program nuklir Iran akan tercapai dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Trump memperingatkan Teheran bahwa kegagalan untuk mencapai konsensus dalam waktu dekat akan membawa konsekuensi yang sangat traumatis bagi negara tersebut.
Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump mengatakan keinginannya agar perundingan segera membuahkan hasil.
"Saya memperkirakan kesepakatan akan terbentuk dalam satu bulan ke depan. Ini harus terjadi dengan cepat," ujar Trump, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 13 Februari 2026.
Pernyataan ini muncul setelah AS dan Iran memulai kembali pembicaraan tidak langsung di Oman pekan lalu, pasca-jeda selama delapan bulan akibat ketegangan militer.
Trump secara eksplisit merujuk pada Operation Midnight Hammer, serangan udara AS menggunakan pengebom siluman B-2 terhadap fasilitas nuklir utama Iran pada Juni 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa Teheran seharusnya belajar dari pengalaman tersebut untuk tidak menunda kesepakatan lebih lama.
"Mereka seharusnya mencapai kesepakatan sejak awal. Sebaliknya, mereka justru menghadapi Midnight Hammer. Jika kali ini kesepakatan tidak tercapai, situasi akan menjadi sangat traumatis bagi Iran," tegas Trump.
Sehari sebelumnya, Trump telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington untuk membahas isu yang sama. Meskipun Israel bersikap skeptis terhadap diplomasi dengan Teheran, Trump memastikan bahwa koordinasi dengan sekutu utamanya tetap berjalan erat.
Dalam perundingan tersebut, AS mendesak penghentian total pengayaan uranium dan pengiriman stok uranium keluar dari Iran, yang hingga kini ditolak keras oleh Teheran. Sementara itu, Washington berupaya memasukkan program rudal balistik dan dukungan regional Iran dalam negosiasi, namun Teheran hanya bersedia membahas isu nuklir.
AS telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, termasuk pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln untuk menekan Iran di meja perundingan. Meskipun Trump mengatakan Netanyahu memahami posisinya, ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait persyaratan kesepakatan tetap berada di tangan pemerintah Amerika Serikat.
Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi Barat secara penuh sebagai syarat pembatasan program nuklirnya.
(Kelvin Yurcel)