Dokumentasi Kepala Distan Pangan Bali Wayan Sunada saat diwawancara terkait isu kesehatan hewan di Denpasar, Bali. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
28 Sapi Positif LSD, Pemprov Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak Asal Jembrana
Whisnu Mardiansyah • 15 January 2026 16:56
Denpasar: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali memberlakukan "lockdown" atau pelarangan lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar masuk Kabupaten Jembrana. Langkah ini diambil untuk menangani penyebaran Lumpy Skin Disease (LSD) yang sudah terkonfirmasi pada 28 ekor sapi di wilayah barat Bali tersebut.
“Sementara kita 'lockdown', khusus Kabupaten Jembrana tidak melalulintaskan ternak ke mana-mana, ini suratnya per hari ini saya menunggu batasnya enam bulan ke depan atau sampai tuntas,” kata Kepala Distan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada di Denpasar seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Sunada menjelaskan, kasus di Kabupaten Jembrana merupakan introduksi pertama LSD di Bali. Penyakit ini pertama terdeteksi pada 24 Desember 2025, ketika Balai Besar Veteriner Denpasar menerima laporan sapi dengan gejala klinis benjolan kulit, demam, dan pembengkakan di leher.
Menindaklanjuti laporan, pada 26 Desember 2025 dilakukan pengambilan sampel darah dan kerokan kulit. Hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 27 Desember 2025 menyatakan positif LSD.
Investigasi lapangan dilanjutkan pada 5 Januari 2026 di Desa Baluk, Kecamatan Negara, serta wilayah terdampak lainnya seperti Kaliakah, Banyubiru, Berangbang, dan Manistutu. Dari pemantauan, tercatat 28 ekor sapi positif LSD dengan dua ekor mati. Sumber penularan diduga kuat berasal dari ternak terinfeksi yang masuk secara ilegal dari luar Bali.
Untuk sapi yang terkonfirmasi LSD, Distan Pangan Bali secara bertahap telah melakukan pemotongan bersyarat dan ditargetkan selesai dieksekusi minggu ini. “Khusus Kabupaten Jembrana kami sudah berikan disinfektan juga agar kandang-kandang peternak disemprot, sebab vektornya adalah lalat penghisap darah,” ujar Sunada.
Rencananya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian akan turun langsung ke Jembrana pada Jumat, 16 Januari 2026, untuk meninjau situasi dan memberikan bantuan sarana prasarana penanganan.
.jpg)
Petugas kesehatan hewan sapi di lapak hewan kurban di Jalan Ketintang Baru Selatan I, Kecamatan Gayungan. Dokumentasi/ Humas Pemkot Surabaya
Menjelang Bulan Ramadan 1447 H, Distan Pangan meminta masyarakat mengoptimalkan pembelian ternak dari kabupaten lain di luar Jembrana. Hal ini untuk memastikan tidak ada ternak sapi dari Jembrana keluar dan menyebarkan LSD.
“Ini untuk menjaga Bali tetap aman dari penyakit LSD, kita 'lockdown' dulu Jembrana. Kabupaten lain saya harap jaga daerahnya jangan sampai ternak Jembrana masuk,” kata Sunada.
Pemprov Bali memastikan situasi masih dalam kendali. Pengawasan surveilans aktif dan pasif terus dilakukan dengan koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten.
"Kami bekerja berdasarkan hasil laboratorium, bukan spekulasi. Pemeriksaan laboratorium sudah dilakukan, investigasi berjalan, dan langkah mitigasi kini diterapkan. Penanganan kami terukur, terkoordinasi, dan sesuai standar kesehatan hewan nasional,” ujarnya.