Polisi Inggris Dikecam usai Korban Penusukan Diborgol dalam Kondisi Sekarat

Polisi Inggris dikecam setelah rekaman memperlihatkan korban penusukan Henry Nowak diborgol saat sekarat di Southampton. (Anadolu Agency)

Polisi Inggris Dikecam usai Korban Penusukan Diborgol dalam Kondisi Sekarat

Willy Haryono • 3 June 2026 14:45

London:  Kepolisian Inggris menghadapi kecaman luas setelah rekaman kamera tubuh petugas memperlihatkan Henry Nowak (18) diborgol saat tergeletak dalam kondisi sekarat akibat luka tusuk fatal di Southampton pada Desember lalu.

Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah pelaku, Vickrum Digwa (23), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Senin, 1 Juni 2026.

Dalam rekaman tersebut, Nowak terdengar mengatakan, "Saya ditusuk" dan "Saya tidak bisa bernapas." Namun, seorang petugas menjawab, "Saya rasa kamu tidak ditusuk, kawan."

Digwa sebelumnya diketahui memberikan keterangan palsu kepada polisi dengan menuduh Nowak melakukan serangan rasis terhadap dirinya.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan ada pertanyaan serius yang harus dijawab terkait kemungkinan pengaruh tuduhan rasisme terhadap keputusan polisi di lokasi kejadian.

"Tidak mungkin melihat rekaman itu tanpa menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut benar-benar harus dijawab," ujarnya, dikutip dari media The New Daily, Rabu, 3 Juni 2026.

Kasus ini memicu ketegangan dan protes di Southampton. Ratusan orang berkumpul di depan kantor polisi sambil meneriakkan slogan "I can't breathe", membawa poster bernada kritik terhadap aparat, dan sebagian terlibat bentrokan dengan polisi.

Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, turut mengkritik penanganan kasus tersebut. Ia menilai aparat lebih khawatir dicap rasis daripada menangani kejahatan yang terjadi.

Penyelidikan mengungkap Digwa menggunakan pisau yang menurutnya boleh dibawa berdasarkan pengecualian bagi penganut Sikh yang membawa belati seremonial. Saat polisi tiba, ia mengaku sorbannya terlepas dan mengalami cedera mata.

Nowak meninggal tidak lama setelah diborgol oleh polisi. Setelah menyadari korban mengalami luka serius, petugas melepaskan borgol dan melakukan CPR, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Keluarga Nowak menyebut perlakuan polisi terhadap korban tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Namun, ayah korban meminta agar kematian putranya tidak digunakan untuk memicu perpecahan, kebencian, atau ketegangan lebih lanjut.

Kepolisian Hampshire telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Satu petugas yang terlibat mengundurkan diri, sementara tiga petugas lainnya berstatus saksi dalam penyelidikan yang masih berlangsung.

Kantor Jaksa Agung Inggris menyatakan telah menerima sejumlah permintaan untuk meninjau hukuman minimum 21 tahun yang dijatuhkan kepada Digwa. Otoritas terkait memiliki waktu 28 hari sejak putusan dijatuhkan untuk mempertimbangkan kemungkinan perubahan hukuman. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Bocah 14 Tahun di Inggris Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Teman Bermain Korban

(Willy Haryono)