Trump Pertimbangkan Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran jika Tentara AS Jadi Korban

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Pertimbangkan Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran jika Tentara AS Jadi Korban

Muhammad Reyhansyah • 4 June 2026 18:10

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia tidak akan mengakhiri gencatan senjata dengan Iran kecuali serangan dari Teheran menyebabkan korban jiwa di pihak militer AS.

Mengutip Anadolu, Kamis, 5 Juni 2026, informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Menurut laporan itu, keengganan Trump untuk kembali memicu konflik dengan Iran menunjukkan bahwa ia kemungkinan bersedia menghadapi eskalasi terbatas selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan guna menghindari perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Pekan ini, Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam salah satu rangkaian konfrontasi paling intens sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.

Iran meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah instalasi militer AS di kawasan serta Bandara Internasional Kuwait. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan satu korban tewas.

Perselisihan mengenai penguasaan Selat Hormuz juga terus mengganggu pasar energi global dan jalur pelayaran internasional.

Teheran membatasi lalu lintas komersial melalui jalur perairan strategis tersebut, sementara Washington menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggambarkan serangan balasan yang terjadi sebagai tindakan defensif, bukan kembalinya konflik berskala penuh.

“Hal itu terjadi sebagai respons terhadap tindakan Iran. Jika mereka tidak menembaki kapal-kapal tersebut, kami tidak akan menembak, tetapi kami harus merespons,” kata Rubio dalam sidang di DPR AS pada Rabu.

Meski demikian, laporan tersebut menilai serangan yang terus berulang telah meningkatkan tekanan terhadap Trump dan memunculkan keraguan mengenai keberlangsungan gencatan senjata dalam jangka panjang.

Trump berulang kali menyatakan bahwa dirinya hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen, membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan program nuklir Iran, serta menghapus persediaan uranium yang diperkaya milik negara tersebut.

(Fajar Nugraha)