Anggota Polres Boven Digoel saat menjemput pengungsi dari Distrik Manggelum yang mengungsi setelah KKB masuk dan melakukan aksi pembakaran di kampungnya. ANTARA/HO-Humas Polda Papua
Polisi: Khawatir KKB, Ratusan Warga Manggelum Mengungsi ke Boven Digoel
Lukman Diah Sari • 7 June 2026 17:16
Jayapura: Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Putra Perdana mengatakan sebanyak 104 orang warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah. Mereka mengungsi karena khawatir gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Wisnu mengatakan seratusan warga, termasuk anak-anak, itu kini sudah berada di Tanah Merah, Ibu Kota Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Setibanya di Tanah Merah, pada Sabtu, 6 Juni 2026, warga dari Distrik Manggelum langsung disambut personel Polres Boven Digoel.
"Mereka mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut tidak kondusif setelah kedatangan KKB yang dilaporkan juga membakar fasilitas kesehatan di wilayah itu," kata Wisnu, melansir Antara, Minggu, 7 Juni 2026.

Anggota Polres Boven Digoel saat menjemput pengungsi dari Distrik Manggelum yang mengungsi setelah KKB masuk dan melakukan aksi pembakaran di kampungnya. ANTARA/HO-Humas Polda Papua
Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi sempat ke Distrik Kouh, kemudian membantu mengamankan perjalanan mereka.
"Saat ini mereka ditampung di aula Mapolres Boven Digoel di Tanah Merah," kata Wisnu.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemda Boven Digoel terkait masalah keamanan di Distrik Manggelum agar kembali kondusif sehingga masyarakat bisa pulang ke kampung halamannya dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman," kata Kapolres.