Peserta manasik haji jejak imani mengikuti simulasi ibadah di area replika Ka’bah sebagai bagian dari pembekalan Haji 2026. (Foto: Dok. Ist)
Manasik Haji 2026 Jejak Imani: Dari Simulasi Nyata sampai Keharmonisan Tim
Patrick Pinaria • 21 May 2026 12:43
Jakarta: Menyambut puncak musim haji 2026, jejak imani, penyelenggara perjalanan Ibadah Haji, Umrah, dan Islamic Tour berizin resmi dan terpercaya, kembali menunjukkan komitmen kepada para jamaah melalui program manasik haji yang berlangsung intensif selama tiga hari, mulai Selasa, 19 Mei 2026 hingga Kamis, 21 Mei 2026.
Setelah pembekalan ilmu fiqih serta persiapan mental dan manajemen emosi pada hari pertama, para jamaah kembali melanjutkan rangkaian manasik di hari Rabu, 20 Mei 2026. Kali ini, fokus pembekalan diarahkan pada simulasi praktik ibadah haji secara langsung.
Sejak pagi, para jamaah telah mengenakan kain ihram dan menaiki kendaraan menuju lokasi praktik sambil melontarkan kalimat talbiyah layaknya suasana di Tanah Suci. Lokasi praktik pun dirancang agar menyerupai kondisi sebenarnya dengan adanya replika Ka’bah, jalur sa’i, hingga area Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Melalui simulasi ini, jamaah diajak untuk memahami alur ibadah haji secara nyata di tengah cuaca panas dan aktivitas yang padat, sebagai bentuk persiapan menghadapi kondisi di Arab Saudi nantinya. Rangkaian praktik pun berlangsung secara terpandu bersama para pembimbing ibadah haji jejak imani. Pelatihan ini diharapkan untuk para jamaah dapat lebih memahami teknis pelaksanaan rukun dan wajib haji agar mampu menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan terarah.
"Tujuan utama dari simulasi praktik ini adalah untuk membentuk kesiapan jamaah secara menyeluruh, baik dari segi teknis, fisik, maupun emosional. Harapannya ketika tiba di Tanah Suci nanti, jamaah tidak lagi kebingungan karena sudah memiliki pembekalan visualisasi nyata tentang proses ibadah haji," ujar Presiden Direktur PT jejak imani Berkah Bersama H Muhammad Rizaldy Latief.
Tidak hanya fokus pada simulasi ibadah, rangkaian manasik juga dilanjutkan dengan berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan membangun keharmonisan serta kedekatan antarjamaah.
Melalui berbagai permainan dan pendekatan emosional, para jamaah memperkuat rasa kekeluargaan yang telah terbangun sejak hari pertama. Hal ini menjadi bagian penting untuk perjalanan haji, karena perjalanan haji bukan sekadar perjalanan individu, namun perjalanan bersama yang membutuhkan kekompakan, tenggang rasa, dan saling membantu satu sama lain.
Para jamaah juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen konflik bersama doktor psikolog. Sesi ini diberikan agar jamaah mampu mengelola perbedaan karakter, emosi, serta tekanan dalam perjalanan haji yang berlangsung dalam waktu panjang yang melibatkan jutaan jamaah dari berbagai negara.
Suasana haru kemudian terasa ketika para jamaah mengikuti sesi menulis surat wasiat dengan tema 'Jika Aku Tidak Kembali Setelah Berhaji'. Momen reflektif ini menghadirkan suasana emosional yang membuat jamaah semakin memaknai perjalanan spiritual menuju Baitullah.
Penutupan manasik menuju keberangkatan Haji

Jamaah mengikuti simulasi praktik ibadah haji dalam rangkaian manasik intensif jejak imani menjelang keberangkatan Haji 2026. (Foto: Dok. Ist)
Rangkaian manasik pun akan diakhiri pada hari Kamis, 21 Mei 2026 dengan tazkiyatun nafs dan sujud syukur, sebelum para jamaah memulai langkahnya menuju perjalanan suci.
Melalui pembekalan intensif ini, jejak imani berharap para jamaah dapat memahami apa yang perlu dipersiapkan, baik dari segi teknis, fiqih, fisik, maupun emosional, sehingga dapat lebih fokus menjalani ibadah dengan khusyuk.
Dengan komitmen tersebut, jejak imani siap membimbing, memfasilitasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah Haji 2026.
Bagi para sahabat yang ingin melakukan perjalanan haji, umrah, maupun jelajah dunya dengan pembekalan menyeluruh serta pelayanan terbaik, jejak imani siap menjadi teman perjalanan ibadah suci para sahabat. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi www.jejakimani.com atau melalui akun Instagram @jejakimani.