BMKG Catat 208 Gempa Terjadi di Bengkulu Sejak Januari 2026

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)

BMKG Catat 208 Gempa Terjadi di Bengkulu Sejak Januari 2026

Lukman Diah Sari • 19 May 2026 14:28

Kota Bengkulu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat, 208 kejadian gempa bumi di Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga Selasa, 19 Mei 2026. Gempa bumi yang terjadi didominasi dengan kedalaman dangkal.

"Untuk total sejak Januari 2026 sampai hari ini (Selasa, 19 Mei 2026) ada 208 kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, Marsellei Justia, di Kota Bengkulu, Selasa, 19 Mei 2026, melansir Antara.

Dia mengungkap, gempa bumi dengan magnitudo tertinggi yaitu 5,7 pada 7 Maret 2026 di Kabupaten Mukomuko. Guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Bengkulu Utara, Silaut IV MMI; Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang III MMI; Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Lebong II MMI.

Untuk kejadian gempa bumi di Provinsi Bengkulu didominasi gempa berkedalaman dangkal dengan rentang magnitudo 2,0 hingga 4,0. Kemudian, untuk wilayah yang sering terjadi gempa bumi di Provinsi Bengkulu rata-rata berada di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Ilustrasi grafik gempa bumi. (Metrotvnews.com)

Menurut Marsellei, secara umum Bengkulu merupakan daerah yang rawan gempa bumi. Hal ini disebabkan letak Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan zona subduksi aktif lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta dilalui oleh beberapa segmen sesar.

Dia mengimbau seluruh masyarakat di Bengkulu agar selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi. Masyarakat, kata dia, diharap selalu mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi apabila merasakan gempa dan tidak terpancing dengan informasi atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)