Cuaca Ekstrem, Nelayan di Jayapura Tak Melaut Sejak Februari

RT 02 Pulo Kosong, Kampung Kayo Pulo yang berada di Kota Jayapura (ANTARA/Ardiles Leloltery)

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Jayapura Tak Melaut Sejak Februari

Silvana Febiari • 28 March 2026 18:00

Jayapura: Sebagian besar nelayan di Kota Jayapura, Papua khususnya di RT 02 Pulo Kosong, Kampung Kayo Pulo, Distrik Jayapura Selatan tidak melaut sejak Februari 2026 karena cuaca ekstrem. Mereka menghentikan aktivitas melaut akibat tingginya risiko keselamatan di laut.

"Nelayan mulai berhenti melaut sejak Februari 2026. Tentunya ini sangat berdampak terhadap perekonomian keluarga mereka," kata Koordinator Nelayan RT 02 Pulo Kosong Hariman, dilansir dari Antara, Kamis, 28 Maret 2026. 

Menurut Hariman, Kampung Kayo Pulo, RT 02 Pulau Kosong, Distrik Jayapura Selatan, dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK). Sebagian besar penduduknya, yakni 99,9 persen, bekerja sebagai nelayan.

"Di Pulo Kosong ini terdapat 20 kelompok nelayan," ujarnya.
 


Dia menjelaskan bahwa sekitar 30 persen nelayan di Pulo Kosong terpaksa melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Dok. Antara.


Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi mengatakan, pihaknya meminta kepada nelayan di daerah ini untuk memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Informasi cuaca sangat membantu nelayan dalam meningkatkan kewaspadaan saat ingin melaut sekaligus demi keselamatan selama bekerja," ungkapnya.

Pihaknya terus mengimbau kepada para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat ingin melaut ketika cuaca buruk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)