Pakistan Kembali Buka Perbatasan untuk Pemulangan Warga Afghanistan yang Tertahan

Salah satu papan petunjuk di area perbatasan Pakistan dan Afghanistan. (Anadolu Agency)

Pakistan Kembali Buka Perbatasan untuk Pemulangan Warga Afghanistan yang Tertahan

Muhammad Reyhansyah • 1 April 2026 16:00

Islamabad: Pakistan membuka kembali salah satu perbatasan utama dengan Afghanistan pada Selasa kemarin untuk memfasilitasi pemulangan warga Afghanistan yang tertahan, setelah lebih dari satu bulan terjadi bentrokan di wilayah perbatasan antara kedua negara.

Perbatasan Torkham, yang menghubungkan provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan dengan provinsi Nangarhar di Afghanistan, dibuka kembali sehari setelah pertemuan militer kedua pihak.

Seorang juru bicara pemerintah provinsi menyatakan bahwa pembukaan perbatasan saat ini masih terbatas untuk repatriasi warga Afghanistan yang ditahan karena tinggal secara ilegal di Pakistan.

“Untuk saat ini, pembukaan perbatasan hanya berlaku bagi pemulangan warga Afghanistan yang ditahan karena tinggal secara ilegal di Pakistan,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Rabu, 1 April 2026.

Ia menambahkan bahwa jika situasi berjalan kondusif, aktivitas lain seperti perdagangan dan pergerakan masyarakat umum akan dipulihkan secara bertahap.

Perbatasan tersebut sebelumnya ditutup pada akhir Februari menyusul bentrokan sengit yang memperburuk hubungan bilateral serta mengganggu aktivitas perdagangan dan mobilitas warga.

Pakistan telah meluncurkan kampanye nasional sejak 2023 untuk menindak imigran Afghanistan ilegal, yang berujung pada penangkapan dan pemulangan ribuan orang.

Gelombang bentrokan terbaru terjadi setelah serangkaian serangan mematikan di Pakistan oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan, yang menurut Islamabad mendapat perlindungan di Afghanistan—tuduhan yang dibantah oleh Kabul.

Ketegangan meningkat setelah militer Pakistan melancarkan serangan udara terhadap dugaan markas kelompok tersebut di wilayah Afghanistan. Kabul menyatakan serangan itu menewaskan puluhan warga sipil, sementara Islamabad mengklaim lebih dari 500 militan tewas.

Kedua negara kemudian menyepakati gencatan senjata selama satu pekan menjelang Eid al-Fitr pada 18 Maret, atas dorongan dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar.

Di tengah upaya meredakan ketegangan, sebuah pertemuan besar para tokoh suku dan pemimpin masyarakat dari kedua negara, yang dikenal sebagai jirga, digelar di kota Peshawar. Para peserta menyerukan dimulainya kembali dialog untuk mengakhiri kekerasan lintas batas.

Pakistan dan Afghanistan diketahui memiliki 18 titik perlintasan perbatasan, dengan Torkham dan Chaman di provinsi Balochistan menjadi yang paling sibuk.

Baca juga:  Afghanistan Sebut Pakistan Serang Rumah Sakit di Kabul, 400 Orang Tewas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)