Pemudik pejalan kaki berjalan menuju kapal feri di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 1 April 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto
404 Ribu Pemudik Kembali ke Bali via Ketapang
Silvana Febiari • 1 April 2026 10:49
Banyuwangi: Arus balik Lebaran 2026 dari Jawa menuju Bali menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencatat sebanyak 404.000 penumpang kembali menuju Pulau Bali hingga Senin, 30 Maret 2026.
"Dari catatan kami, hingga Senin (30 Maret), pemudik yang sudah kembali dari Jawa ke Bali untuk kendaraan sebanyak 77 persen atau 127.904 unit. Sedangkan penumpang pejalan kaki dalam kendaraan yang kembali 78 persen atau sebanyak 404.000 orang," kata General Manajer ASDP Cabang Ketapang Arief Eko, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat yang belum kembali ke Bali setelah libur Lebaran 2026 masih mencapai 23 persen untuk kendaraan, atau sekitar 37.365 unit. Sementara jumlah penumpang pejalan kaki maupun yang berada dalam kendaraan yang belum kembali tercatat 22 persen, atau sekitar 113.000 orang.
Arief menyampaikan puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 atau H+8 Lebaran. Tercatat sebanyak 56.300 penumpang menyeberang di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara jumlah kendaraan mencapai 19.000 unit, yang didominasi oleh pemudik sepeda motor sebanyak 12.458 unit
Dia juga menyebutkan untuk reservasi tiket di Pelabuhan Ketapang dari 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+11 Lebaran) tercatat sebanyak 183.810 kendaraan. Sementara kendaraan yang sudah masuk ke Pelabuhan Ketapang, kata Arief, terhitung sejak H-10 sampai dengan H+9 atau tercatat sebanyak 171.000 kendaraan.
"Sehingga, sisa kendaraan dari hasil reservasi yang sudah ada tersebut yang belum masuk di Pelabuhan Ketapang sebanyak 11.889 kendaraan," ujar dia.

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto
ASDP Ketapang mencatat bahwa sejak H-10 hingga H+9 Lebaran tahun ini, total penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk mengalami peningkatan 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kendaraan roda dua naik 8,6 persen, kendaraan kecil turun 6,2 persen, kendaraan truk meningkat 5,95 persen, dan bus mengalami penurunan sebesar 4,2 persen.
"Dari total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada tahun ini mengalami peningkatan rata-rata 2,6 persen dibandingkan tahun lalu," ungkap dia.
Arief mengemukakan, angkutan Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang telah ditutup oleh Menteri Perhubungan pada Senin kemarin. Dia meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa selama arus balik dan mudik Lebaran 2026 banyak terjadi waktu tunggu yang cukup lama, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi kami selalu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait termasuk kepolisian untuk memastikan para pengguna jasa menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk," tutur Arief.
ASDP Ketapang mengoperasikan sebanyak 36 unit kapal dan menerapkan empat kapal dengan pola tiba bongkar berangkat atau TBB hanya di Dermaga MB-IV pada Selasa, 31 Maret 2026. Sedangkan di dermaga-dermaga lainnya secara reguler karena per sore hari ini sudah mulai berjalan normal.