Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
MPMX Cetak Laba Bersih Rp462 Miliar pada 2025
Eko Nordiansyah • 1 April 2026 13:18
Jakarta: PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp462 miliar. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan dan laba bersih masing-masing turun satu persen dan 19 persen, karena dinamika industri dan normalisasi beberapa segmen bisnis.
Meskipun demikian, Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, perseroan tetap berfokus pada menjaga disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis, guna mempertahankan kinerja yang sehat serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Secara keseluruhan, 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian 2024. Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2026.
Ia menilai, faktor tekanan daya beli masyarakat, tingkat suku bunga tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik menyebabkan melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen.
“Namun demikian, tekanan pada 2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat,” ungkap dia.

(Ilustrasi lini bisnis MPM. Foto: Dok istimewa)
Performa lini bisnis MPMX
Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun melemah dua persen (yoy). Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 699 ribu unit, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 3,5 persen (yoy).Segmen bisnis asuransi MPMInsurance mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar, atau naik 1,6 persen (yoy) didorong oleh kinerja produk rekayasa (engineering) dan properti, meskipun terjadi pelemahan di kendaraan bermotor, dan beban klaim meningkat sebesar satu persen (yoy).
Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi 92 persen yang sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi.
Penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sebesar enam persen (yoy) menjadi 4.000 unit yang sebagian besar disumbang oleh kendaraan niaga. Dalam rencana pengembangan bisnis, perusahaan akan mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI untuk memperluas cakupan operasional.
Segmen jasa keuangan Jaccs MPM Finance Indonesia, kerugian bersih dari kegiatan operasional menunjukkan pelemahan sebesar 53 persen menjadi sebesar Rp437 miliar. Ke depan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas aset melalui pembaruan model penilaian risiko serta penguatan proses penagihan internal.
Pembagian dividen hingga prospek bisnis
Sebagai komitmen berkelanjutan untuk kepada pemegang saham, perseroan telah membagikan dividen Rp120 per saham pada 2025. Perseroan akan terus berupaya memberikan pengembalian yang maksimal kepada pemegang saham berupa dividen secara konsisten dalam jangka panjang.Memasuki 2026, Suwito menyebut, MPMX memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Fokus meliputi peningkatan profitabilitas, penguatan struktur biaya, diversifikasi portofolio bisnis, penguatan citra perusahaan, serta optimalisasi kinerja seluruh entitas usaha.
“Dengan fondasi yang semakin solid dan strategi yang terarah, kami optimistis MPMX dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar dia.