Pasar Robotika Indonesia Mulai Disasar Teknologi Embodied AI

Teknologi robotika berbasis embodied intelligence mulai diperkenalkan lebih luas di pasar Indonesia. Foto: dok AiMOGA.

Pasar Robotika Indonesia Mulai Disasar Teknologi Embodied AI

Ade Hapsari Lestarini • 11 September 2026 16:23

Jakarta: Teknologi robotika berbasis embodied intelligence mulai diperkenalkan lebih luas di pasar Indonesia. Teknologi tersebut memungkinkan robot memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memahami lingkungan, berinteraksi dengan manusia, dan menjalankan fungsi operasional tertentu.

AiMOGA Robotics memperkenalkan teknologi tersebut melalui AiMOGA Experience Store di Agora Mall, Jakarta Pusat. Fasilitas ini menjadi pusat untuk melihat dan mencoba langsung teknologi robotika sekaligus memperoleh layanan konsultasi, pembelian, dan penyewaan robot.

Director of AiMOGA Indonesia Yuri Yin mengatakan kehadiran fasilitas tersebut ditujukan untuk memperkenalkan teknologi embodied intelligence kepada masyarakat dan pelaku industri.

"Pembukaan AiMOGA Experience Store pertama di Indonesia menjadi tonggak penting bagi kami di Indonesia. Melalui experience store ini, masyarakat dan pelaku industri dapat mengenal dan mengeksplorasi teknologi embodied intelligence secara langsung, sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai skenario nyata untuk membantu aktivitas manusia," ujar Yuri dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.

Berbeda dengan pengenalan produk melalui pameran, AiMOGA Experience Store dirancang sebagai fasilitas eksplorasi sekaligus pusat layanan robotik. Teknologi embodied intelligence dikembangkan agar robot dapat memahami kondisi lingkungan, berinteraksi dengan manusia, dan membantu fungsi operasional tertentu. Pada pembukaan tersebut, AiMOGA Indonesia memperkenalkan dua jenis robot, yakni Mornine dan Argos.

Mornine, robot humanoid, dilengkapi teknologi AI multimodal, kamera, sensor, dan LiDAR untuk mendukung navigasi. Robot ini dapat digunakan untuk penyambutan tamu, pemberian informasi, serta penyampaian informasi produk.


Teknologi robotika berbasis embodied intelligence mulai diperkenalkan lebih luas di pasar Indonesia. Foto: dok AiMOGA.
 

 

Memperluas penerapan teknologi robotika di Indonesia


AiMOGA menyebut Mornine telah memperoleh sejumlah sertifikasi, antara lain CE-MD, EN 18031, CE-RED, dan FCC. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan aspek keselamatan mesin, keamanan siber dan perlindungan data, perangkat radio, serta standar perangkat di Amerika Serikat.

Sementara itu, Argos merupakan robot berkaki empat (quadruped) yang mendukung perintah suara dan respons terhadap sentuhan. Robot tersebut dirancang untuk sejumlah aktivitas, seperti pendampingan, mengikuti pengguna secara otomatis, membawa barang, dan pemantauan.

Untuk mendukung penggunaan robot di Indonesia, AiMOGA Experience Store menyediakan sejumlah layanan, mulai dari skema pembelian dan penyewaan, pendampingan operasional, dukungan teknis dan perangkat lunak, hingga pemeliharaan.

Skema pembelian dan penyewaan memungkinkan pelanggan memilih penggunaan robot berdasarkan kebutuhan dan skala operasional. Sementara itu, operator terlatih disiapkan untuk mendukung penggunaan produk di lapangan.

Tim teknis juga menyediakan panduan pengoperasian, penanganan kendala, dan pembaruan perangkat lunak. Prosedur pemeliharaan disiapkan untuk menjaga kesiapan operasional perangkat.

Secara global, AiMOGA menyebut telah mengirimkan lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara. Teknologi tersebut diklaim telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario, termasuk sektor otomotif dan layanan medis.

Kehadiran fasilitas di Jakarta menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penerapan teknologi robotika di Indonesia, termasuk melalui kerja sama dengan pelaku industri dan mitra bisnis.

"Hal ini sejalan dengan komitmen kami to building world-leading and trusted AI assistant. Melalui pengalaman langsung di AiMOGA Experience Store, kami ingin mendekatkan teknologi embodied intelligence kepada masyarakat Indonesia serta menunjukkan bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Yuri.

(Ade Hapsari Lestarini)